Rabu, 01 Februari 2012

Manajemen Transaksi ~Part 3~


3.      Aplikasi Manajemen Resiko

Likuidasi Posisi, merupakan penentuan kapan harus keluar posisi disaat rugi atau untung memiliki manajemen sendiri. Stop order adalah tindakan atau perintah menutup posisi terbuka yang dipergunakan untuk merealisasikan target keuntungan atau membatasi jumlah kerugian seorang trader atau investor dalam setiap kali pengambilan keputusan trading
Keluar posisi dalam trading secara umum terbagi dalam dua katagori, yaitu :


a.  Stop loss order

Stop loss order, yakni menutup posisi (close position) beli dibawah harga masuk (open position) atau  menutup posisi jual diatas harga masuk yang dipergunakan untuk membatasi jumlah kerugian trading.
Stop Loss dapat di kategorikan menjadi dua, yaitu :

~         Equity dan Margin Stop

Equity stop merupakan stop yang termudah, seorang trader atau investor dapat menentukan stop level berdasarkan presentase atau jumlah tertentu dari ekuitinya setiap kali melakukan transaksi.
Misalnya, seorang trader konservatif menetapkan 2% resiko dari total equitynya dalam setiap kali transaksi. Jika equitynya berjumlah $10,000, maka stop setiap transaksi adalah $200 atau 20 poin jika menggunakan 1 lot transaksi Euro. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan karakter sendiri, namun ummumnya profesional menyarankan tidak melebihi 5% dari equity. Sehingga bahkan dalam 10 kali kesalahan trading sekalipun, equity masih bertahan 50%.

Margin Stop, menentukan persentase stop berdasarkan margin. Seorang trader dapat menggunakan 1 lot transaksi dan menentukan stop berdasarkan kemampuan modal margin 1 lot, misal $1,000 setiap 1 lot transaksi. Metode ini membutuhkan trader untuk memecah accountnya $10,000 menjadi 10 bagian transaksi.
Kedua model stop seperti ini, menyandarkan resiko pada faktor internal penggunanya bukan dari eksternal, seperti misalnya penyesuaian terhadap karakter dan fluktuasi pasar.

~         Technical Stop,

Cara menutup posisi yang dihitung / dianalisis berdasarkan  kondisi pasar. Penentuan stop jenis ini adalah yang paling direkomendasikan oleh trader profesional. Technical stop dapat ditentukan berdasarkan kondisi indikator atau oscillator tertentu, atau dapat dilakukan hanya melalui pengamatan pada grafik.
Cross moving average ke arah berlawanan atau Oscillator yang telah mencapai area ekstrim merupakan contoh penggunaan indikator teknikal dalam penentuan stoploss.


Aplikasi Stop posisi dengan Menggunakan Indicator dan Oscillator

Demikian juga dengan hanya menggunakan grafik. Seorang trader dapat menentukan titik stoploss berdasarkan area tertinggi atau terendah baru (recent high or low). Dapat juga menentukannya berdasarkan batang/ bar grafik yang mengalami klimaks, berdasarkan level support dan resisteance atau berdasarkan garis trend yang terlewati.


Aplikasi Stop posisi dengan Menggunakan Grafic Pattern

b.  Take Profit

Take Profit atau target, yakni menutup posisi (close position) beli di atas harga masuk (open position) atau  menutup posisi jual di bawah harga masuk yang dipergunakan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan target trading yang telah ditentukan
Biasanya penentuan take profit atau target ini berdasarkan . Indicator / oscillator, dan berdasarkan pergerakan. Namun ada konsep yang mengatakan bahwa batasi kerugian dan biarkan keuntungan anda bertambah.

c.  Trailing Stop

Trailing Stop adalah Stop yang terus berubah sesuai dengan kondisi pasar, digunakan untuk mengunci keuntungan
Stop loss tidak harus statis, dapat juga berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar. Setelah menentukan level stop awal (initial stop), seorang trader dapat menyesuaikannya kembali. Stop ini sering disebut dengan trailing stop, yakni perubahan level stop yang digunakan dengan tujuan untuk mengunci keuntungan dan menjaganya agar tidak berubah menjadi  kerugian. Limit your losses and let your profit runs, ungkapan yang sering disarankan oleh para profesional.
Trailing stop dilakukan dengan banyak cara, diantaranya dengan menggunakan kelipatan poin (pips) setelah harga bergerak sesuai dengan harapan. Misalnya seorang trader membeli Euro di level 1.4050 dan menentukan stop di harga 1.3950, trailing 50 poin.
Setelah harga bergerak ke level 1.4100, stop berubah menjadi 1.4000, dan ketika harga mencapai level 1.4150, stop diubah menjadi 1.4050, demikian seterusnya hingga terjadi koreksi lebih dari 50 poin, stop akan tersentuh dengan posisi ekuiti yang positif.

HappY TradinG ^_^