Selasa, 27 Desember 2011

Trading Type

Dalam bertransaksi di pasar forex hal pertama yang diperlukan dalam menyusun rencana trading adalah dengan mengetahuti strategi transaksi yang sesuai dengan kepribadian kita. 

Ada 2 macam strategi yang dapat kita gunakan, antara lain :


Time Base

Tipe transaksi menurut time base dapat di kelompokkan dalam 4 macam, antara lain :
  1. Longterm
          Longterm trading adalah suatu system untuk mencari keuntungan dalam jangka waktu berkisar antara 1 bulan sampai 1 tahun. Transaksi dengan cara ini lebih bersifat investasi, dan mengharapkan keuntungan dari extra income misalnya bunga atau dividend (jika transaksi disaham). Adapun kondisi transaksi longterm, adalah :


  • Grafik : Daily (D1), Weekly (W1), dan Monthly (MN)
  • Transaksi : Sedikit, biasanya hanya 2 sampai 10 kali pertahun
  • Target Profit : 500 pips sampai 2000 pips
  • Drawdown : Besar, berkisar antara 1000 pips sampai 2000 pips
  • Overnight : Resiko gap dan swap tinggi

        2.  Intermediate

            Intermediate trading adalah suatu system untuk mencari keuntungan dalam jangka menengah, biasanya transaksi ini berkisar antara 1 minggu sampai 1 bulan, Adapun kondisi transaksi intermediate, adalah :

    • Grafik : Hourly (H1), Four Hourly (H4), dan Daily (D1)
    • Transaksi : Biasanya hanya 2 sampai 5 kali perBulan
    • Target Profit : 250 pips sampai 500 pips
    • Drawdown : Cukup besar, berkisar antara 500 pips sampai 1000 pips
    • Overnight : Resiko gap dan swap tinggi


        3.  Short term

          Short term trading adalah suatu system untuk mencari keuntungan dalam jangka menengah, biasanya transaksi short term ini berkisar antara 1 hari sampai 1 minggu, Adapun kondisi transaksi intermediate, adalah :

    • Grafik : 30 Minute (30M), Hourly (H1), dan Four Hourly (H4)
    • Transaksi : Biasanya hanya 5 sampai 20 kali perBulan
    • Target Profit : 50 pips sampai 200 pips
    • Drawdown : Sedang, berkisar antara 100 pips sampai 200 pips
    • Overnight : Masih memiliki resiko gap dan swap


        4.  Intraday (Scalping)

           Intraday trading adalah suatu system untuk mencari keuntungan dalam jangka pendek. Banyak trader yang menggunakan system transaksi ini karena memiliki resiko yang kecil, dan tidak membutuhkan waktu yang lama karena biasanya transaksi intraday ini berlangsung dalam hitungan jam, bahkan terkadang hanya dalam beberapa menit saja. Adapun kondisi transaksi intraday, adalah :

    • Grafik : 1 Minute (1M), 5 Minute (5M), 15 Minute (15M)
    • Transaksi : Biasanya sampai 200 kali perbulan
    • Target Profit : 5 pips sampai 20 pips
    • Drawdown : kecil, berkisar antara 30 pips sampai 100 pips
    • Overnight : Tidak memiliki resiko gap dan swap karena tidak menginap


    Trend Base

            Trend Base trading system adalah salah satu system transaksi dengan memanfaatkan trend yang sedang terjadi. Transaksi menurut trend ini dikelompokkan dalam 2 macam cara, antara lain :

        1.  Trend Following

           Trend following trading adalah system transaksi yang mengikuti trend yang sedang terjadi. Keputusan untuk pengambilan posisi diambil berdasarkan keberhasilan harga dalam menembus level Support / Resistance tertentu. Transaksi dengan cara ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu 1 hari sampai Bulanan.


        2.  Counter Trend (Swing Trade)

          Counter trend adalah suatu system transaksi yang memanfaatkan masa jenuh sebuah trend atau masa istirahat trend. Umumnya transaksi ini dilakukan saat harga koreksi. Transaksi ini berlangsung dalam waktu 1 jam sampai beberapa hari.

    Rabu, 21 Desember 2011

    RESISTANCE - SUPPORT LEVEL


          Resistance dan Support Level adalah level tahanan atau level Overbought atau level Oversold suatu pergerakan harga. Untuk dapat melampauinya dibutuhkan waktu atau kekuatan , sehingga saat harga bertemu dengan level – level ini harga akan berbalik arah (rebound) 

          Support adalah level dimana harga mendapatkan tahanan ketika harga mengalami penurunan. Harga lebih sering berbalik setelah menemui level ini dibanding melampauinya. Setelah terlampaui Support akan menjadi Resistance. Sedangkan Resistance level dimana harga mendapatkan tahanan ketika harga mengalami kenaikan. Setelah terlampaui resistance akan menjadi support.


    Beberapa cara yang digunakan untuk menentukan Level Resistance dan Support, antara lain :

    Fibonacci Retracement 

         Fibonacci Retracement adalah sebuah cara untuk menentukan tahanan dengan menggunakan hitungan Fibonacci. Untuk membuat Fibonacci Retracement yang perlu kita lakukan hanyalah menarik Fibonacci Retracement dari peak sampai peak untuk trend Bullish dan dari trough sampai peak untuk Bearish.


    Contoh : Support dan Resistance Level dengan Fibonacci Retracement

    Pivot Point

           Pivot point adalah suatu cara untuk mencari support dan resistance yang paling sederhana. Pivot point biasanya digunakan untuk mencari level support dan level berdasarkan pergerakan harga hari sebelumnya. Untuk menentukan support dan resistance dengan pivot point kita hanya butuh Higher (Harga Tertinggi), Lowest (Harga Terendah), dan Close (Harga Penutupan) hari sebelumnya. 

    Setelah semuanya terkumpul kita hanya perlu memasukkannya kedalam rumus, yaitu :


     Pola Harga

          Cara menentukan Resistance dan Support dengan melihat pola harga adalah cara yang paling susah untuk dilakukan karena membutuhkan kebiasaan. Cara untuk menentukan harga dengan, dengan cara :
    • Menghubungkan garis horizontal pada grafik yang pada saat tersentuh berbalik arah, baik pada saat harga turun maupun harga naik. Pembalikan grafik tesebut minimal terjadi sebanyak 3 kali,
    • Semakin banyak grafik yang berbalik di satu harga, maka semakin kuat tahanan tersebut.
    • Garis yang berada di atas harga saat ini (Running) dijadikan Resistance sedangkan garis yang berada di bawah harga saat ini (Running) di jadikan support.

         Seteleh kita mengetahui bagaimana menentukan Support dan Resistance sekarang saatnya untuk kita belajar bagaimana menentukan Entry dan Exit Level dengan menggunakan Support dan Resistance Level.


    Contoh : Pengambilan Posisi dengan Menggunakan Support and Resistance Level

    Trend Following

          Trend following trading adalah system transaksi yang mengikuti trend yang sedang terjadi. Keputusan untuk pengambilan posisi diambil berdasarkan keberhasilan harga dalam menembus level Support / Resistance tertentu, contoh : Posisi Sell 4  pada gambar, dengan stop loss Support 1 (Setelah terlampaui menjadi Resistance)

    Counter Trend

          Counter trend adalah suatu system transaksi yang memanfaatkan masa jenuh sebuah trend atau masa istirahat trend. Umumnya transaksi ini dilakukan saat harga koreksi. Entry levelnya adalah :

    • Sell pada saat harga menyentuh Resistance, Contoh : Sell 1, Sell2, dan Sell 3 pada gambar, Stoploss : Resistance 2
    • Buy pada saat harga menyentuh Support, Contoh Buy 1, dan Buy 2 pada gambar, Stop Loss : Support 2


    DASAR ANALISA ~Part 3~


    3. Factor Psikologis

            Factor psikologi sebenarnya factor yang terdapat di dalam diri trader itu sendiri. Dalam bertransaksi yang mempengaruhi seorang trader dalam pengambilan keputusan transaksi adalah 20% Metode dan 80% Psikologi. Hal ini yang menyebabkan sering kali rencana transaksi yang telah di susun tidak sepenuhnya dijalankan, sehingga transaksi yang dilakukan tidak maximal. Trading yang sempurna adalah yang tidak melibatkan emosi, namun Manusia adalah mahkluk yang emotional. 
     
         Trading adalah bagaimana cara kita agar menang (Profit) dan bagaimana cara kita mengelola dana kita. Yang menyebabkan seseorang untung dalam bertransaksi di forex adalah : 
    • Menempatkan modal dengan benar
    • Toleransi resiko yang kecil 
    • Hanya trading pada saat pasar memberikan peluang 
    • Memperlakukan transaksi seperti bisnis 
    • Mengontrol emosi 
    • Memiliki trading plan  (Strategi Transaksi)
    • Fokus 
    • Memiliki sistem trading

    Sedangkan yang menyebabkan transaksi yang kita lakukan rugi adalah, sebagai berikut :
    • Salah menempatkan modal 
    • Kurang disiplin (tidak ada plan sebelumnya) 
    • Tidak mempelajari pasar 
    • Terburu-buru 
    • Mengejar pasar 
    • Keras kepala atau rakus 
    • Analisa/interpretasi kurang tepat
    • Tidak mau transaksi rugi dalam trading

           Dengan ikut dalam pasar forex berarti kita telah membuka diri terhahadap peluang rugi, mengelola resiko ini adalah inti dari trading, beberapa yang perlu kita lakukan antara lain :
    • Batasi resiko Anda 
    • Carilah transaksi yang memiliki resiko kecil 
    • Trading sperti profesional, walau Anda bukan, karena dibutuhkan banyak transaksi untuk menjadi profesional 
    • Jangan biarkan trading menganggu tidur Anda 
    Menyusun rencana trading 

             Menyusun rencana trading adalah proses untuk mengevaluasi instrument tertentu, mengenali resiko dan target keuntungan, dan merencanakan strategi investasi jangka panjang.

             Ada 4 langkah yang harus kita lakukan dam menyusun rencana trading;

    Ikuti Filosofi Trading, yaitu :
    • Tentukan strategi transaksi 
    • Ikuti strategi transaksi tersebut 
    • Uji strategi transaksi pada instrumen atau pasar yang berbeda 

    Pilih instrument transaksi, yang harus dipertimbangkan antara lain :
    • Kesesuaian dengan trader; sebaiknya memilih pasar yang memiliki  potensi kinerja yang memuaskan dan sesuai dengan rencana trading 
    • Diversifikasi; mampu mengurangi resiko, misalnya trading di beberapa instrumen atau memecah modal menjadi beberapa persentase yang akan di perdagangkan 
    • Volatilitas; jika modal Anda terbatas, Anda sebaiknya menjauhi pasar dengan volatilitas ekstrim, dan berhati-hati ketika menggunakan leverage 

    Pengelolaan resiko, yang harus dilakukan adalah :
    • Tentukan resiko maksimum pertransaksi 
    • Strategi stop loss 
    • Menyesuaikan leverage dengan perubahan ekuiti 
    • Diversifikasi 

    Review hasil transaksi, proses yang harus dilakukan antara lain :
    • Alasan Transaksi, Informasi ini memberikan Anda kesempatan untuk menilai strategi mana yang berhasil dan mana yang tidak 
    • Akhir dari setiap transaksi, Memiliki catatan seluruh transaksi berikut hasilnya membantu Anda memahami dan mengevaluasi rasio win/loss dan risk to reward yang Anda miliki 
    • Pelajaran, Mengenali kesalahan dan membenahinya akan membantu  Anda menghindari kesalahan yang sama dan mengembangkan kemampuan mengambil keputusan 

    Setelah kita menyusun rencana transaksi, yang perlu kita lakukan adalah :
    • Percaya pada rencana dan mengikuti 
    • Menghitung kemungkinan perolehan 
    • Membuat sederhana 
    • Biarkan pasar yang mendikte trading Anda, karena Anda tidak mungkin bisa mendikte pasar 
    • Pertimbangkan untuk diversifikasi modal ke dalam beberapa instrumen 
    • Kelola modal trading Anda 

    Yang perlu kita ingat guna mengontrol emosi kita dalam bertransaksi di pasar forex adalah, sebagai berikut :
    • Apa yang diperdagangkan sekarang merupakan cerminan masa depan.
    • Tidak ada yang tahu harga masa depan.
    • Yang hanya dapat dilakukan adalah analisa, memprediksi dan antisipasi.

           Dengan berpedoman pada factor -  factor penggerak harga pada pasar forex tersebut maka diharapkan kita dapat menentukan saat – saat yang tepap untuk mengambil posisi yang tetap. Namun selain dengan mengetahui dan menganalisa factor – factor diatas tersebut, kita juga harus memiliki strategi, seperti : menentukan rencana transaksi, memproteksi keuntungan, tidak menambah transaksi pada posisi yang salah, menerima kesalahan, jangan terpengaruh dengan ego yang ada pada diri kita, dan disiplin melakukan transaksi.

    Ingin belajar lebih banyak lagi n download e-book tentang post ini ?! Disini

    Senin, 19 Desember 2011

    DASAR ANALISA ~ Part 2 ~


    2. Faktor Teknikal (Technical Analysis)

           Analisa teknikal merupakan suatu bentuk analisis pergerakan pasar dengan menggunakan informasi harga di masa lampau.
            Analisa Teknikal, hanya membutuhkan perilaku pasar sebagai satu-satunya sumber data untuk dianalisis dan menghasilkan perkiraan selanjutnya. Ia hanya perlu melihat ke grafik dan mengenali tanda-tanda pergerakan harga. Berbeda halnya dengan analisa fundamental yang menyandarkan diri pada faktor sebab bergeraknya harga, analis teknikal fokus pada hanya pada akibat. 



           Objek utama analisis teknikal adalah harga yang ditampilkan ke dalam bentuk grafik, yang kaya akan informasi. Bagaimana harga tersebut bergerak, kapan mencapai level tertentu dan kemana arah yang dituju dapat diketahui dengan mudah melalui technical analysis ini. Banyak manfaat yang bisa diambil oleh investor atau trader untuk membantu mengambil keputusan transaksi, antara lain :

    • Mempelajari perilaku grafik harga dimasa lampau dengan tujuan memperkirakan performa dimasa yang akan datang. 
    • Dapat dipakai untuk semua instrument aset yang diperdagangkan karena mempunyai cara pendekatan yang sama. Kecenderungan pergerakan harga (Trend Harga), kondisi overbought ataupun oversold suatu instrument asset, dapat anda dipelajari dari technical analysis. 
    • Identifikasi spesifik level entry dan exit
    • Dan memudahkan investor atau trader dalam menyusun sistem trading dengan jauh lebih mudah dan lengkap. 

    Dasar Technical Analysis

    Perilaku seluruh pihak yang terlibat di pasar hanya muncul dalam tiga bentuk aktifitas, yaitu :

    • Membeli       : Melakukan pembelian terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya
    • Menjual       : Melakukan penjualan terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.
    • Mengamati  : Memilih untuk tidak mengambil posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada, atau menahan posisi hingga waktu atau harga tertentu. 

             Setelah mengetahui perilaku pasar, selanjutnya hanya perlu melihat ke grafik dan mengenali tanda-tanda pergerakan harga

    Analisa teknikal berpijak pada 3 asumsi dasar, yaitu :

    • Market discount everything, Harga yang muncul di pasar merupakan hasil dari kombinasi seluruh faktor yang menyebabkan berubahnya harga. Pembelian di harga tertentu yang dilakukan oleh satu orang atau lebih,  merupakan cerminan dari informasi, pengetahuan dan emosinya. Sehingga bagi analis teknikal, memperkirakan harga dapat dilakukan dengan hanya mengamati pergerakannya.
    • Price move in trend, Harga cenderung bergerak ke arah yang sama selama beberapa periode.  Pergerakan tersebut dapat naik, turun atau naik turun dalam area tertentu (sideway) membentuk pola-pola yang efeknya dapat dikenali. Analis teknikal percaya bahwa harga tidak bergerak secara acak, sehingga dapat diperkirakan. Jika harga rupiah selama satu minggu terakhir mengalami kenaikan, maka minggu depan harga akan cenderung berlanjut sampai tanda berakhirnya kenaikan tersebut muncul secara jelas.
    • History repeat itself, Pola-pola tertentu yang dibentuk oleh pergerakan harga yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali dan menimbulkan efek yang sama di masa depan. Analis teknikal percaya bahwa perilaku transaksi manusia yang didorong oleh informasi, keinginan dan emosi secara masal cenderung akan berulang, misalnya sekerumunan massa yang melakukan antrian akibat kelangkaan minyak tanah pada saat ini akan kembali mengulang perilakunya dimasa depan ketika menghadapi situasi yang sama. 

           Seorang trader atau investor hanya membutuhkan harga dan volume untuk dapat melakukan analisa teknikal. Dimana harga adalah nilai uang dari aset yang dipedagangkan, dan volume adalah jumlah transaksi.

    Ada dua jenis volume yang terdapat di pasar, yaitu :
    • Volume capital yang berisi jumlah modal yang terlibat dalam setiap transaksi. Pada umumnya penggunaan volume capital terjadi di saham, karena jumlah saham dan total jumlah modal yang terlibat dapat diperoleh pada akhir perdagangan. 
    • Volume tick (atau transaksi), Yakni satu volume terhitung setiap terjadi transaksi dalam periode tertentu.

             Dalam forex, karena perdagangan terjadi dimana saja diseluruh penjuru dunia, maka mustahil diperoleh volume capital yang terlibat dalam periode tertentu, maka volume yang digunakan adalah volume tick, atau transaksi. 
          Kedua data yang diperlukan tersebut dapat kita peroleh secara langsung melalui grafik, yang saat ini banyak disediakan oleh perusahan pialang melalui platform trading. 


     Contoh :Pergerakan Harga AUDUSD dan Volume Transaksinya


    Alat – Alat Technical Analysis

             Adapun alat – yang digunakan dalam analisa teknikal, antara lain :

    Grafik (Chart) 

          Grafik adalah kumpulan harga yang disusun kedalam ukuran waktu tertentu. Grafik ini tidak ubahnya dengan grafik manapun, biasanya memiliki dua dimensi, yakni X yang bergerak kesamping kanan dan wewakili perubahan waktu, serta Y yang bergerak keatas dan mewakili perubahan harga. 


    Contoh : Grafik Pergerakan harga GBPUSD

             Dalam analisa teknikal, model grafik ada berbagai macam, antara lain :

    Line Chart

          Model grafik ini hanya berisikan sebuah garis yang menguhubungkan penutupan perdagangan yang satu dengan yang lain. Misalnya jika pada hari pertama perdagangan harga berakhir di level 100, dan di hari kedua ditutup diharga 200 dan di hari ketiga 150 seperti pada contoh gambar, maka garis lurus dapat digambar dari 100 menuju 200 kemudian 150, dari arah kiri ke kanan.
          Line chart tidak menyediakan informasi harga tertinggi, terendah dan harga pembukaan pasar, sehingga fluktuasi harga selama periode tersebut tidak dapat dipantau.

    Candlestick Chart


         
            Grafik ini merupakan grafik tertua yang ditemukan oleh analis teknikal. Bangsa Jepang dipercaya telah menggunakan grafik ini untuk berdagang beras sejak abad ke-17, namun menurut Steve Nison, candlestick pertama kali muncul pada tahun 1850, dan orang yang terus menerus mengembangkan dan berjasa mengantarkan candlestick ke tangan kita sekarang disebut-sebut adalah Homma, seorang trader beras yang melegenda dati kota Sakata.
          Struktur tubuh Candlestick memiliki kesamaan dengan Barchart, teradapat unsur Open, High, Low dan Close. Perbedaanya hanya terletak pada visualisasi tubuh yang menyerupai batang lilin.
          Harga yang mengalami kenaikan biasanya dibentuk dengan warna terang, dan harga turun dengan warna gelap. Selain berfungsi sebagai salah satu tipe grafik seperti halnya bar chart, candlestick juga memiliki model analisa tersendiri yang telah luas digunakan oleh trader di dunia.

    Bar Chart


           Bentuk bar chart menyerupai batang yang memiliki tangkai di kiri dan kanan, dan memiliki informasi yang lebih lengkap, berisi harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan. 
            Harga pembukaan berada pada tangkai kiri, dan penutupan pada tangkai kanan. Sementara ujung dari batangnya mewakili harga tertinggi dan terendah dalam satu perdiode tertentu. 

    Indicator dan Oscillator

          Perbedaan indikator dan oscillator dalam analisa teknikal terletak pada batasan perhitungannya. Indikator tidak memiliki batas atas dan bawah, misalnya Moving Averages. Sementara oscillator bergerak terbatas didalam area tertentu, misalnya 0 sampai 100, atau bergerak diarea positif negatif dengan area tengah 0. RSI dan Stochastic adalah contoh dari Oscillator yang menggunakan limit 0-100 dan MACD yang menggunakan midpoint 0. 
          Secara praktis, indikator dan oscillator tidak harus dibedakan sedemikian rupa, karena keduanya menggunakan dasar dan manfaat yang sama. Dua indicator yang sering digunakan oleh para trader, antara lain :

    • Relative Strength Index (RSI)—Indikator teknikal yang menunjukkan kekuatan harga dengan membandingkan penutupan harga keatas dan ke bawah.
    • Moving Averages (MA)—Indikator yang menunjukkan harga rata-rata pasar dalam periode tertentu. Biasanya digunakan untuk mengenali tren. 


    Contoh : Penggunaan Indicator dan Oscilator pada Grafik

    Mengenal Trend Pergerakan Harga

           Salah satu manfaat menggunakan analisa teknikal adalah dapat dipakai untuk semua instrument aset yang diperdagangkan karena mempunyai cara pendekatan yang sama. Kecenderungan pergerakan harga (Trend Harga), kondisi overbought ataupun oversold suatu instrument asset. 

    Jenis trend dapat dibedakan menjadi 2 (Dua), yaitu :

    Berdasarkan Waktu


    • Jangka Panjang (Long Term)
        Trend Longterm adalah trend pergerakan harga yang bertahan dalam jangka waktu yang panjang, biasanya trend ini bertahan selama 6 bulan sampai dengan  tahunan . biasanya menngunkan grafik Daily (D1), Weekly (W1), Monthly (MN)


    Contoh : Up Trend GBPUSD dai tahun 2000 sampai tahun 2008


    • Menengah (Intermediate)
          Trend Intermediate adalah trend pergerakan harga yang bertahan selama 2 minggu sampai 6 bulan. Grafik yang digunakan Hourly (H1), Four Hourly (H4).


    Contoh : Uptrend GBPUSD dari 12, Oktober 2009 sampai 30, November 2009


    • Jangka Pendek (Short Term)
             Trend Short term adalah trend pergerakan harga yang bertahan selama 1 hari sampai 1 minggu. Grafik yang digunakan adalah 5 Minute (M5), 15 Minute (M15),dan  30 Minute (M30)


    Contoh : Up Trend GBPUSD dari 15, January 2010 sampai 19, January 2010

    Berdasarkan Arah


    • Bullish (Tren Naik) 
            Sederetan Higher High (HH) dan Higher Low (HL).  Atau dengan bahasa lain, adalah pergerakan harga yang berulang kali membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. 


    Contoh : Bullish atau Trend Naik

    • Bearish (Tren turun)
           Sederetan Lower High (LH) dan Lower Low (LL).  Atau, secara berulang membentuk puncak dan lembah yang lebih rendah dibanding sebelumnya. 


    Contoh : Bearish atau Trend turun


    • SIDEWAY (Konsolidasi) 
             Harga yang tidak membentuk sederetan HL-HH atau trading dalam range 


    Contoh : Trend Side Ways

         Analisa teknikal merupakan analisa yang dipakai oleh 70% trader didunia, maka melalui penguasaan analisa teknikal, kita dapat menyusun sistem trading dengan jauh lebih mudah dan lengkap. Dan tentunya 70% kemungkina Profit telah kita miliki. Namun tentu saja, analisa dan hasil perkiraan teknikal tidak bersifat mutlak atau pasti, namun membantu trader atau investor untuk mempersiapkan langkah antisipasi tentang kemungkinan-kemungkinan pergerakan harga. 

    Jumat, 16 Desember 2011

    ISTILAH - ISTILAH TRANSAKSI FOREX


    Balance : yaitu jumlah uang anda yang telah terealisasikan atau yang telah diclose (belum dihitung dengan posisi floating profit/lossnya bila ada)
    Equity : yaitu jumlah uang anda setelah dihitung dengan floating profit/loss
    Margin : yaitu total penggunaan margin (jaminan) anda sesuai dengan jumlah total order anda yang sedang berjalan (open positions)
    Free Margin : yaitu sisa Margin yang bisa anda gunakan untuk order (bila anda masih mempunyai posisi floating maka untuk withdrawal anda bisa mengambilnya dari sisa uang di Free Margin ini)
    Margin Level : yaitu persentase dari Equity berbanding Margin anda
    Margin Call : yaitu suatu keadaan dimana uang anda drop dibawah margin yang dibutuhkan (akibat loss), dan posisi anda dapat terclose otomatis bila terkena Margin Call ini


    Contoh Margin Call :
    Uang anda $3000, dan anda open posisi 1 lot di USD/JPY di leverage 1:100 (1%), Margin yang dibutuhkan yaitu $1000. Jika sisa uang equity anda tersebut turun akibat floating loss hingga menyentuh $1000 atau dibawahnya, maka open posisi anda akan diclose otomatis secara paksa oleh system.

    Perlu Di Ingat :

    • Tiap-tiap perusahaan broker mempunyai ciri margin call yang berbeda-beda,
    • Jika bertrading, jangan menggunakan rasio lot yang terlalu besar dibanding modal equity anda, karena dapat terkena margin call dengan mudah.
    • Margin Call juga berfungsi agar total uang anda tidak menjadi minus akibat loss yang terjadi di order anda (kecuali untuk kondisi tertentu seperti Fast Market)


    Rollover/Swap/Interest/Bunga :Yaitu nilai bunga yang didapat atau dibebankan ke anda berdasarkan nilai suku bunga dari masing-masing mata uang. Bunga akan dihitung dari open posisi anda setiap melewati pk.4 pagi WIB (GMT+7)

    Contoh Swap:
    Suku Bunga USD = 5.25% , Suku Bunga JPY = 0.5%

    Perlu Di Ingat :

    • BUY USD/JPY artinya meminjam JPY untuk ditabungkan di USD , sehingga anda akan mendapatkan bunga sebesar : -0.5% + 5.25% = +4.75%
    • Dan bila kebalikannya, SELL USD/JPY, maka anda akan dibebankan oleh biaya bunga -5.25% + 0.5% = -4.75%
    • Bunga dihitung perhari (selewat pk.4 pagi WIB), dan dihitung berdasarkan jumlah nilai volume lot (quantity contract sizenya) dan BUKAN dari modal anda.
    • Bunga dihitung mulai dari hari Senin sampai Jumat, tetapi di hari Rabu-Kamis bunga adalah dihitung 3x lipat (sehingga total 1 minggu adalah = 7x bunga) .
    • Silahkan dilihat di table bunga per hari dari broker anda dengan cara : Buka Market Wacth - Klik kanan - Pilih "Symbols"(akan keluar kolom tersendiri dengan banyak mata uang disana) - klik mata uang yang kita mau - klik properties. Maka akan keluar kolom yang menunjukkan keterangan dari mata uang tersebut dan lihat Swapnya
    • Ada pula broker yang memakai sistem point, sehingga harus anda konversikan ke USD terlebih dahulu sesuai dengan kursnya.
    • Banyak Broker" yang saat ini memberikan fasilitas Islamic Account, sehingga kita tak perlu takut apabila transaksi longterm dikarenakan fasilitas ini No SWAP


    Locking : Yaitu suatu fasilitas yang dimana anda bisa membuka suatu open order Buy dan Sell di mata uang yang sama (jumlah lot yang sama pula) dan tanpa diclose salah satu posisinya, teknik ini digunakan untuk mengunci posisi anda yang dimana biasanya digunakan untuk mengunci posisi yang sedang floating loss.

    Contoh Locking :
    Anda open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 dan kemudian anda menderita loss hingga 50 point (turun ke 1.2950) kemudian di posisi 1.2950 tersebut anda kunci (locking) dengan cara open order Sell baru di 1.2950 pada EUR/USD lagi di jumlah lot yang sama besarnya. Sehingga dengan cara ini maka loss anda akan tetap floating -50 point terus, sampai nanti salah satu atau kedua posisi locking tersebut anda close. Jadi meskipun harganya turun terus ke arah 1.2500 pun posisi loss anda tetap -50 point.
    Disamping itu locking dapat pula digunakan untuk variasi teknik trading anda.

    Trailing Stops (TS) : Yaitu suatu fungsi yang dimana bisa melindungi profit anda bila mencapai suatu titik tertentu, dengan cara menaikkan Stop Lossnya otomatis secara bertahap. Set Trailing Stops di 15 points, berarti bila profit anda telah melebihi 15 points (yaitu 16 points) maka fungsi TS ini akan bisa aktif. Untuk menggunakan TS ini, komputer anda harus dalam keadaan ON dan juga harus Online, karena fungsi TS ini berjalan di komputer anda dan BUKAN di server broker, tetapi jika komputer anda Off lalu On lagi maka fungsi TS akan bisa berjalan kembali melanjutkan yang sebelumnya (bila masih memungkinkan)
    Contoh Cara Kerja Trailing Stops :
    Anda set Trailing Stops di angka 20 points, dan Anda order Buy market di harga 1.3000 , bila kemudian harga naik ke 1.3021 maka TS akan aktif dengan cara men-set Stop Lossnya (SL) otomatis di harga 1.3001 (melindungi profit anda dengan jarak 20 pips, yaitu dari 1.3021-20 = 1 pips profit) bila kemudian harga naik ke 1.3030 maka SL anda akan otomatis ikut dinaikkan di 1.3010 , dan apabila dari 1.3030 tersebut turun ke 1.3015 maka SL anda akan tetap di 1.3010 dan tidak ikut turun, karena untuk melindungi profit anda yang telah dikunci oleh fungsi TS tersebut dengan mengatur SL-nya secara otomatis , sehingga dengan TS ini juga bisa untuk mendapatkan profit secara maximal dan tidak kuatir profit anda akan berbalik menjadi loss. Penggunaan TS ini harus anda pertimbangkan dengan keadaan pasar juga, karena TS baru bisa aktif setelah menyentuh titik profit dari setting TS kita.

    Pending orders : yaitu suatu order yang akan terlaksana bila menyentuh suatu titik harga tertentu sesuai dengan pesanan order kita.

    Adapun macam-macam pending order yaitu:

    • BUY STOP : Memesan order BUY Diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila harga market bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar grafik dapat bergerak naik lagi supaya mendapatkan profit
    • SELL STOP : Memesan order SELL Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila harga market bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar grafik dapat bergerak turun lagi supaya profit.
    • BUY LIMIT : Memesan order BUY Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila harga market bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak naik supaya profit.
    • SELL LIMIT : Memesan order SELL Diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila harga market bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak turun supaya profit.


    Fast Market / Hectic / Volatile Market : Yaitu pergerakan market yang sangat signifikan dan dapat menyebabkan harga bergerak sangat cepat dan terjadi lompatan harga. Hal ini biasanya disebabkan oleh berita penting ataupun hal-hal lain yang dapat menyebabkan pergerakan yang sangat tinggi di market. Dan bila anda order di saat hectic kemungkinan besar dapat terjadi slippage ataupun delay, requote (request harga order secara berulang-ulang untuk penyesuaiannya) dan spread harga jual dan beli yang juga dapat melebar beberapa saat, karena harus menyesuaikan dengan harga market yang bergerak cepat tersebut.
    Slippage : Yaitu suatu keadaan yang dimana order kita meleset sejauh beberapa point dari titik yang kita order (hal ini terjadi karena harga yang melompat akibat volatility market – Hectic/Fast Market)

    TAKING PROFIT dan STOP LOSS
    Disamping perintah-perintah order diatas, di Trading Forex juga terdapat istilah-istilah berikut untuk pelaksanaan order anda (untuk Closingnya).
    Take Profit (TP) : Yaitu untuk target profit anda
    Stop Loss (SL) : Yaitu untuk membatasi kerugian anda (atau cut loss)

    SL sebaiknya dipasang di setiap order anda, karena untuk membatasi kerugian anda agar tidak semakin terpuruk jika open posisi anda terkena loss. Dan SL idealnya adalah maximum 50 pips atau tergantung dari management risk anda (tingkat resiko)

    SIMPLE CANDLESTICK PATTERN


          Salah satu analisa yang di gemari oleh para trader dunia adalah Candlestick Pattern, oleh sebab itu saat ini saya mencoba mengajak teman - teman semua untuk sedikit belajar tentang candlestick Pattern. Terurama pattern yang dapat di katakan 90% akurat
         Analisa grafik menurut Pola Grafik membutuhkan skill yang sangat tinggi, karena analisa ini hanya dapat dilakukan dengan mengerti kebiasaan grafik. Trader professional pun jarang melakukan analisa dengan menggunakan pola grafik hal ini dikarenakan banyaknya pola dan syarat – syarat yang harus terpenuhi sebelum pengambilan posisi. Namun dari sekian banyak pola grafik yang ada, ada beberapa pola yang tingkat keberhasilanya mencapai 90%, pola – pola tersebut antara lain :

    HEAD AND SHOULDER PATTERN 
         Yang pertama adalah Head and Shoulder Pattern, sesuai namanya, adalah formasi yang mirip dengan bentuk kepala dan bahu, yang memiliki implikasi reversal. Pola ini merupakan salah satu pola klasik yang memiliki validitas tinggi.

      Pola Grafik Head and Shoulder 

    Syarat – syarat yang harus di penuhi, antara lain :
    • Bentuk: Struktur pola H&S, tentunya harus memiliki dua bahu (A dan C), dan kepala yang harus lebih tinggi dari kedua bahu.
    • Breakout terjadi ketika harga setelah membentuk bahu kanan (C) menembus garis neckline. 
    • Efek:   Reversal, sesuai arah breakout. 
    Double Top dan Double Bottom

         Salah satu candlestick pattern yang paling sering dijadikan patokan bahwa suatu trend akan mulai berbalik arah adalah Double Top dan Double Bottom. Bahkan Double Top dan Double Bottom memilki tingkat akurasi mencapai 90%, hal inilah membuat Double Top dan Double Bottom ini sangat di gemari oleh para trader professional untuk Open Posisi.
          Double Top dan Double Bottom adalah salah satu bentuk grafik yang menandakan pembalikan harga. Dimana terdapat 2 High atau Low yang berhenti di resistant atau support yang sama, sehingga grafik yang terbentuk berbentuk huruf M (Menandakan Bullish Reversal) dan berbentuk huruf W (Menandakan  Bearish Reversal)

    Syarat – syarat yang harus trepenuhi, antara lain :
    • Bentuk: Struktur Double Top harus memiliki dua peak yang sama, sedangkan Double Bottom harus memiliki 2 Trough ysng sama.
    • Breakout pada Double Top terjadi ketika harga setelah membentuk dua peak yang sama dan menembus trough, sedangkan untuk Double Bottom terjadi ketika harga telah membentuk dua buah Trough dan menembus peak. 
    • Efek:   Bullish Reversal untuk Double Top, dan Bearish Reversal untuk Double Bottom. 
    Contoh : Double Top dan Double Bottom

    Triangle

           Triangle merupakan salah satu continuing candlestick pattern yang terbentuk karena adanya pergerakan harga dengan range semakin mengecil, hal ini dapat dengan mudah ditemui dengan menggunakan trend line. Saat harga dapat menembus triangle pattern kadang kala dapat menunjukkan adanya reversal namun biasanya menunjukkan  continuing pattern. 
           Ada tiga bentuk triangle pattern yang selama ini sering digunakan dalam transaksi forex, yaitu :

    Symmetrical Triangle Pattern

          Symmetrical Triangle Pattern biasanya terbentuk karena adanya dua buah trend yang saling berlawanan. Pengambilan posisi biasanya dilakukan saaty salah satu trend tertembus.
          Symmetrical triangle pattern ini biasanya terbentuk karena kosolidasi dari trend besar dan trend korensi dari sebuah mata uang. Harga yang terdapat didalam symmetrical triangle ini merupakan harga konsolidasi untuk melanjutkan trend sebenarnya, namun kadang kala membenttuk reversal trend.

    Contoh : Symmetrical Triangle Pattern pada GBPUSD

    Ascending Triangle Pattern

          Ascending Triangle Pattern adalah salah satu bentuk dari tringle yang terjadi pada saat ada trend bullish dengan Ressistant yang kuat sehingga di butuhkan konsolidasi untuk menembus resistant tersebut. Ascending Triangle ini dapat dikenali dengan adanya trend line uptrend yang telah terbentuk sempurna dan adanya garis horizontal yang menunjukkan resistant.
          Biasanya trend ini akan dilanjutkan saat ada harga yang menembus resistant tersebut, hal ini dikarenakan volume yang dibutuhkan untuk melanjutkan trend tersebut telah terpenuhi.

    Contoh : Ascending Triangle Pattern

    Descending Triangle Pattern

          Descending Triangle Pattern adalah salah satu bentuk dari tringle yang terjadi pada saat ada trend Bearish dengan Support yang kuat sehingga di butuhkan konsolidasi untuk menembus resistant tersebut. Descending Triangle ini dapat dikenali dengan adanya trend line downtrend yang telah terbentuk sempurna dan adanya garis horizontal yang menunjukkan Support.
            Bisanya ternd ini akan dilanjutkan saat ada harga yang menembus support tersebut, hal ini dikarenakan volume yang dibutuhkan untuk melanjutkan trend tersebut telah terpenuhi.

    Contoh : Descending Triangle Pattern

    Cara penentuan level entry dan stop dengan menggunakan Triangle Pattern, yaitu :
    • Ambil posisi BUY pada saat harga menembus level trendline atas dan open diatas resistance sebelumnya. Target profit di atas harga open dengan jarak yang sama dengan range pada triangle.
    • Ambil posisi SELL pada saat harga menembus level trendline bawah dan open bawah support sebelumnya. Target profit di bawah harga open dengan jarak yang sama dengan range pada triangle.
    • Ingat : pada Symmetrical Triangle Pattern harga perpotongan kedua Trend line merupakan harga Pivot, yang nantinya pada saat harga sudah mampu menembus trend line namun belum mampu menembus support/resistance natinya ada kemungkinan harga tersebut akan dijemput kembali. Dan merupakan level harga penntuan atau dapat juga dujadikan Level Stop.
    • Level stop loss pada descending Triangle adalah support dari triangle tersebut. Sedangkan level Stop Loss pada ascending Triangle adalah pada level Resistance.
    Contoh : Level entry pada Symmetrical Triangle Pattern

    Contoh : Level Entry dan target pada Descending Triangle Pattern

    Contoh : Level Entry dan target pada Ascending Triangle Pattern

           Pada dasarnya akan sangat sulit bagi kita untuk dapat menemukan Pattern - Pattern diatas, apalagi bagi kita yang belum terbiasa dengan candlestick pattern, namun dengan seringnya kita memperhatikan grafik dan berlatih dengan candlestick pattern tersebut maka kita akan semakin terbiasa. 

    Silahkan Download e-booknya (My 4x Trading System) Disini

    Selasa, 13 Desember 2011

    TEKNIK ANALISA 123 ~ PART 2 ~

    4.    PENERAPAN TEORI 123, ELLIOT WAVE & FIBONACCI

    Ketiga teori di atas dapat diterapkan secara bersamaan dalam Time Frame berapa saja. Prinsip dasar sebenarnya yaitu prinsip breakout strategi juga dimana secara psikologis harga akan bergerak berkelanjutan jika berhasil menembus level high atau low sebelumnya.


    Strategi 1 :

    v  Tentukan dahulu swing harga yang sudah terjadi dengan sempurna (level High & Low) dan pastikan harga sekarang ada di antara level High & Low
    v  Pasang order stop BUY pada level High + 2xspread, dam pasang order stop SELL pada level low – 2xspread
    v  Pasang Stop Loss untuk kedua order tersebut di level 50% Fibonacci atau pada posisi high/low
    v  Jika Anda ingin menggunakan Target Poin gunakan level Fibonacci Expantion sebagai target poin. (Jika Anda tidak ingin menggunakan Target Poin bisa lanjutkan ke Strategi 2)
    v  Pindahkan Entry Anda yang belum tersentuh ke level swing baru yang sudah terbentuk sempurna. Hal ini berguna apabila Trend berubah dan harga berbalik arah sebelum mencapai target poin.

    Strategi 2 : Trailing Stop

    Jika harga sudah menembus Entry poin dan berhasil mencapai target yang diharapkan gunakan Trailing Stop untuk meminimalkan resiko dan mengamankan profit yang sudah Anda dapatkan.

    Add caption
    Gunakanlah selalu Stop Loss (SL) dan pindahkan SL jika target sudah tercapai.


    Contoh :
    C = harga saat ini
    B = entry order Buy
    A = entry order Sell
    D = prediksi Target Poin

    Saat swing C-D terbentuk, pindahkan SL ke B sehingga posisi Anda aman, resiko = 0

    Saat swing E-F terbentuk, pindahkan SL ke E  Diposisi ini profit Anda aman.

    Saat swing G-H terbentuk, pindahkan SL ke G Begitu seterusnya.

    Strategi 3 : Compounding Profit

     Tambahkan entry point saat harga sudah mencapai target.

    Contoh :
    C = harga
    B = entry order Buy
    A = entry order Sell
    D = Prediksi Target Poin

    Saat swing C-D terbentuk pindahkan SL ke B  Sehingga posisi Anda aman, resiko = 0

    Saat swing E-F terbentuk pindahkan SL ke E Diposisi ini profit Anda aman.

    Saat harga di G stop order Buy di F dengan SL di G

    Saat swing G-H terbentuk pindahkan SL1 ke G
    Begitu seterusnya tambahkan order Buy setiap posisi
    Anda aman maka profit Anda akan berlipat-lipat.


    5.    KELEMAHAN TEORI 123, ELLIOT WAVE & FIBONACCI

    Tidak ada satupun teori yang 100% sempurna begitu pula dengan ketiga teori di atas. Meskipun teori di atas dapat memperkirakan formasi yang akan terjadi tetapi tidak dapat menentukan kemanakah arah zigzag selanjutnya? Arah zigzag dapat terjadi baik ke atas maupun ke bawah. 



    Kalau kita lihat chart di atas seharusnya harga bergerak naik sesuai prinsip Elliot Wave tapi kenyataannya zigzag malah terbentuk ke bawah.

    Kelemahan lain teori ini adalah apabila terjadi gerak sideway (consolidasi). Biasanya gerak sideway terjadi setelah adanya swing yang cukup panjang. Untuk mengetahui market sideway gunakan indikator tambahan untuk melihat kekuatan momentumnya.

    Contoh : (indikator MACD, Oscilator MA & Slow Stochastic)





    Setelah terjadi swing yang cukup panjang A-B, disusul kemudian retracement BC lalu swing C-D. Pada C-D tidak bergerak jauh dari level B karena momentum lemah (MACD trend Up, Osma Up, Stochastic oversold). Kemudian terjadi swing D-E. Disusul kemudian swing E-F dimana F menyentuh level D. Menurut teori seharusnya harga akan terus bergerak turun, tetapi harga malah berbalik karena momentum tidak kuat (MACD trend Up, Osma Up, Stochastic oversold). Hingga terbentuklah swing F-G, sekali lagi terjadi harga menyentuh level E yang menurut teori harga seharusnya terus bergerak naik malah berbalik (MACD masih trend Up, Osma mulai menurun, stochastic overbought).

    Bila terjadi market sideway sebaiknya gunakan indikator untuk mengambil keputusan.

    Salah satu contoh Fibonacci yang gagal :


     



    A = stop order BUY
    B = stop order SELL
    C = harga saat ini
    SL di 50%






    Pada contoh di atas harga menyentuh stop order Sell di D tetapi harga malah berbalik ke E. Pindahkan stop order Buy di C dengan SL buy pada level 50% swing Fibo yang baru. 



    Harga kemudian bergerak kembali menuju F, pindahkan stop order Buy ke titik E dengan SL buy pada 50% swing yang baru.



    Saat harga menyentuh level E maka order Sell yang sudah aktif akan close terkena SL, elanjutnya yang aktif adalah order Buy hingga mencapai titik G. Dalam trading ini Anda loss kurang lebih 50% dan win kurang lebih 50% sehingga resiko Anda menjadi 0.

    Untuk mengatasi kelemahan teori ini tetap harus didukung dengan indicator lainnya, support & resistance. Dan jangan lupa tambahkan spread dalam entry order Anda.


    Masih BingunG ?! Silahkan Download E-Booknya Disini 

    FOREX ?! ~Part 4~


    4. PERHITUNGAN PROFIT DAN LOSS

    Untuk perhitungan laba/rugi dalam transaksi Forex Trading berbeda untuk mata uang direct (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD) dan indirect (USD/JPY, USD/CHF).

    Adapun perhitungan laba/rugi untuk mata uang direct adalah sebagai berikut :

    Laba/Rugi  = (Harga jual – Harga beli) x Contract Size x Lot


    Sedangkan untuk mata uang indirect adalah sebagai berikut :

                           (Harga jual – Harga beli) x Contract Size x Lot
    Laba/Rugi  =  ________________________________________                                                                                
                                                      (Harga Likuidasi)


    Contoh perhitungan laba/rugi transaksi Forex :

    Pada tanggal 25 Agustus 2006,seorang nasabah melakukan transaksi Buy New pada mata uang GBP/USD dengan kurs $1.8325 sebanyak 3 lot. Kemudian pada hari itu juga nasabah tersebut melakukan aksi Sell Likuid pada GBP/USD dengan kurs $ 1.8375 sebanyak 3 lot. Laba/Rugi yang diperoleh oleh nasabah tersebut adalah :

    Laba/Rugi = (Harga jual – Harga beli) x Contract Size x Lot

    Laba/Rugi = (1.8375 –1.8325) x 100.000 x 3 lot
                     = + USD 1.500

    (Dan Kalau Loss Perhitungannya Juga Sama)