Minggu, 30 September 2012

Trend 01102012 - 06102012


  Minggu lalu merupakan minggu kedua untuk mata uang Euro, Aussie,Poundsterling bahkan komoditas logam mulia mengalami penurunan setelah para bank sentral termasuk The FED (Federal Reserve), ECB (European Central Bank), BOE (Bank of England) dan BOJ (Bank of Japan) secara bertahap mengucurkan dana bagi pemulihan ekonomi masing - masing.

     

       Spanyol, yang merupakan salah satu negara dengan ekonomi besar di regional eropa kembali menjadi pusat  sorotan yang juga disusul oleh Yunani.  Demonstrasi yang berlangsung di Spanyol dan Yunani meningkatkan kekawatiran Investor akan semakin buruknya situasi krisis yang baru saja mulai membaik oleh aksi ECB.  Sampai saat ini Spanyol masih menunjukan keengganannya untuk meminta bailout dari ECB padahal permintaan bailout oleh Spanyol merupakan prasyarat bagi ECB untuk menekan biaya pinjaman melalui pembelian obligasi.Pada akhir September 2012, lembaga rating Moody diperkirakan akan mengeluarkan hasil yang negatif atas rating hutang Spanyol. Jika ini terjadi maka bisa dipastikan Euro akan kembali jatuh dengan semakin memburuknya keadaan ekonomi Spanyol dan Yunani.

     Ekonomi secara global juga menimbulkan kekawatiran sendiri. Dengan Amerika Serikat yang masih berkutat dengan tingginya tingkat pengangguran dan lambatnya pertumbuhan ekonomi, lalu China sebagai negara dengan perekonomian yang tidak kalah besarnya dengan Amerika Serikat juga ikut melemah, ditambah krisis Eropa yang terus berlanjut.  Kondisi ini tentunya membuat investor lebih berhati - hati menentukan pilihan investasinya. Apalagi menjelang kwartal terakhir penutupan tahun 2012 Investor ingin meminimalkan resiko investasinya untuk meraih hasil baik pada akhir tahun. 

     Mingggu depan akan menjadi minggu yang sibuk bagi semua negara dengan adanya berbagai event penting seperti Interest Rate, Unemployement rate dan beberapa data penting lainnya yang akan meramaikan pergerakan harga pada minggu depan. 

EURUSD

    Euro mencapai harga tertinggi minggu lalu pada 1.2988 sebelum akhirnya menyerah turun ke level terendah pada harga 1.2830.

      Trend Bearish EURUSD ini masih bisa berlanjut. Terlihat dari sisi teknikal bahwa level resistance 1.3000 masih menjadi resistance kuat bagi EURUSD dan Jika EURUSD dapat menembus level support psikologis 1.2830 - 1.2800 maka EURUSD dapat terus melanjutkan penurunannya ke Level support di 1.2733, 1.2601, dan 1.2469. Sedangkan dari sisi fundamental, rating mengenai hutang Spanyol oleh Moody akan berpengaruh menentukan perjalanan Euro minggu depan.


AUDUSD

      Aussie sempat mencapai level tertinggi pada harga 1.0473 sebelum kembali mengalami penurunan pada penutupan market di harga 1.0365.

     Trend Sideway bagi AUDUSD masih dapat berlajut, Hal ini dapat dilihat dari sisi fundamental dimana penurunan AUDUSD terlihat sebagai koreksi dan merupakan imbas negatif dari krisis Eropa dan melemahnya China sebagai negara rekan perdagangan Australia. Sedangkan secara Teknikal AUDUSD pun masih berjalan sideway dan masih berpotensi untuk begerak di level harga 1.0300 - 1.0469, Walaupun masih ada kemungkinan bagi AUDUSD untuk membuat level High di areal 1.0516.

XAUUSD

     Logam mulia menjadi salah satu komoditas yang mampu mempertahankan performanya biarpun masih ditutup dengan sedikit penurunan pada minggu lalu.  Gold Spot mencapai harga tertingginya pada harga 1783.05 dan sempat merosot sampai ada harga 1736.80. 

     Posisi kami Bullish bagi XAUUSD.  Terlihat bahwa Emas enggan untuk turun terlalu jauh tetapi juga belum memperoleh tenaga untuk menembus level 1800.00.  Emas terlihat dapat meneruskan pergerakan sideway nya dengan kecenderungan bullish.  Level resistance sekarang ini masih kepada harga tertinggi minggu lalu di 1787.25 sampai dengan level psikologis 1800.00.

GBPUSD

    Pound juga ikut turun seiring dengan melemahnya EURUSD.  GBPUSD sempat mencoba menembus level 1.6273 namun gagal dan pada hari jumat turun deras ke harga 1.6115.

     Trend bagi GBPUSD untuk minggu depan adalah Sideway, Walaupun dari sisi fundamental poundsterling akan terpengaruh oleh kondisi pelemahan Euro sehingga biarpun bergerak di dalam koridor koreksi mingguan, GBPUSD memiliki kecenderungan Bearish yang sangat besar. Namun apabila kita lihat dari sisi teknikal dapat terlihat bahwa gerakan penurunan ini masih termasuk koreksi mingguan. Namun jika GBPUSD dapat menembus level terendah minggu lalu yaitu di 1.6115 dan level 1.6090 berhasil ditembus maka potensi Bearish akan menuju ke harga 1.5958 - 1.5851.

     Untuk minggu depan kemungkinan akan terjadi volatilitas yang besar, hal ini di dukung dengan banyaknya pengumuman data fundamental penting dari semua negara terutama Amerika Serikat dengan data payroll dan tingkat penganggurannya.

HappY TradinG ^_^

Minggu, 23 September 2012

TREND 24092012 - 28092012


     Risk instrument mengalami konsolidasi dan tekanan turun pekan lalu. Eurforia stimulus bank sentral mulai memudar. Para pelaku pasar beralih ke isu pelambatan ekonomi dan krisis hutang Eropa.

     Data indeks PMI manufaktur negara-negara di kawasan Eropa masih menunjukkan penurunan aktivitas dan belum ada tanda-tanda membaik. Pelambatan di kawasan Eropa merambat ke China yang sebagian produksinya dipasarkan ke Eropa. Dua kawasan yang menjadi pasar utama China, Amerika Serikat dan Eropa, masih belum bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dan berimbas pada pelambatan ekonomi di China. Isu ini kembali melemahkan risk instrument seperti harga komoditi, mata uang yang lebih beresiko dan indeks saham.



     Kelanjutan konsolidasi atau penguatan kembali instrumen beresiko pekan ini akan ditentukan oleh data-data dan agenda ekonomi yang akan dirilis pekan ini. Data iklim bisnis Jerman (yang disurvei oleh Ifo), penjualan rumah baru di AS, klaim tunjangan pengangguran AS, GDP AS. indeks PMI manufaktur China (yang disurvei oleh HSBC) di samping hasil lelang obligasi Jerman dan Italia tenor 10 tahun serta pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dalam acara “Hari Industri Jerman “ di Berlin (Selasa 25/10).

     Penyelesaian krisis hutang Eropa belum memasuki kata akhir, masih banyak perdebatan terkait solusi yang diinginkan. Terakhir muncul perdebatan terkait kapan waktu berdirinya lembaga pengawasan perbankan Uni Eropa dan siapa yang akan mengawasi. Kemudian ada lagi isu bahwa Spanyol akan segera mengajukan permintaan bailout secara resmi ke Uni Eropa. Perkembangan pembahasan solusi krisis Uni Eropa juga akan menjadi penggerak pasar pekan ini.

EURUSD

    Trend koreksi EURUSD sudah dimulai pada minggu kemarin. Level 1.2800 akan menjadi support penting pekan ini dimana ada garis moving average 200 di dekat sana. Penembusan level ini ke bawah bisa berakibat koreksi lanjutan ke area 1.2730 lalu ke 1.2610. Bila level ini bertahan, Euro bisa kembali ke 1.3050. Sementara resisten terdekat di kisaran 1.3050.

GBPUSD

    Trend Bullish mulai tertahan dengan tercapainya target di level 1.6309 dan tertembusnya level 1.6210 menciptakan support baru di level 1.6158. Untuk mingggu ini GBPUSD akan bergerak sideways dengan Range 1.6160 dan 1.6300. Penembusan support membuka peluang pelemahan ke area 1.6050 sementara penembusan resisten membuka peluang penguatan ke area 1.6450.

USDJPY

    USDJPY seakan tidak bergerak, masih berada di kisaran 78. Pengumuman Bank Sentral Jepang yang menaikan program pembelian aset sebesar 10 triliun yen pekan lalu tidak terlalu banyak melemahkan yen Jepang. Yen kembali menguat terhadap dollar AS dan kini menekan support di 77.80-78.00 menuju area 76.50. Namun penguatan yen di kisaran 77 selalu membuka rumor intervensi dari pemerintah Jepang yang membuat USD/JPY kembali ke area 79-80.

AUDUSD

    AUDUSD terkena efek pelemahan ekonomi China sehingga melemah. Support terbentuk di kisaran 1.0350 dan resisten di 1.0520. Bila support tembus ke bawah, tekanan akan berlanjut ke area 1.0220an sementara bila 1.0350 bertahan, aussie akan kembali menguji area 1.0500.

USDCHF

    USDCHF  akan menunggu market mover-nya pekan ini yaitu pidato Pimpinan Bank Sentral Swiss Thomas Jordan. Support kuat terbentuk di 0.9230 sementara resisten terdekat di 0.9420. Penembusan resisten membuka jalan penguatan ke area 0.96 sementara penembusan support memberi peluang koreksi lanjutan ke 0.9160.

XAUUSD

    Harga emas masih belum sanggup mencapai 1800 dan masih konsolidatif. Tiga top telah terbentuk dengan resisten di 1777-1787 sementara support penting di 1751. Bila support ini bertahan, harga bisa kembali ke 1770 an untuk percobaan ke 1800 sementara bila sebaliknya, harga bisa meluncur ke 1730-1700.

OILUSD 

    Harga minyak mentah masih terlihat dalam tekanan turun dengan support penting di 90.90-90.60. Penembusan area ini membuka peluang pelemahan ke area $87 per barel. Resisten terdekat di 93.90. Penembusan resisten membuka peluang harga kembali ke area 99.

Minggu, 16 September 2012

TREND 17092012 - 21092012


      US Federal Reserve menggebrak pasar keuangan dengan mengeluarkan kebijakan stimulus pelonggaran kuantitatif (QE) yang nilainya disinyalir akan menyamai kebijakan QE sebelumnya. Keputusan The Fed ini membuat dollar AS langsung melemah terhadap mata uang utama dunia dan menguatkan harga komoditi dan saham dengan signifikan.


     The Fed akan membeli obligasi berbasis kredit perumahan (Mortgage backed-securities) sebesar $40 milyar setiap bulannya hingga pasar tenaga kerja AS membaik (yang artinya The Fed tidak membatasi waktu QE) dan untuk bulan yang sedang berjalan, Fed akan membeli senilai $23 milyar. The Fed juga akan tetap menjalankan program operation twist II yang dicanangkan pada Juni 2012 hingga akhir tahun ini. Kebijakan pelonggaran agresif lainnya dari The Fed adalah mempertahankan tingkat suku bunga rendah 0-0,25% hingga pertengahan 2015 dari yang sebelumnya hingga akhir 2014.

     Berita positif bagi sentimen resiko juga datang dari keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman yang menyetujui ratifikasi pembentukan lembaga bailout permanen European Stability Mechanism (ESM) oleh parlemen Jerman. Keputusan ini membuka jalan bagi para pengambil kebijakan di zona euro untuk melanjutkan rencana penyelamatan zona euro dari krisis hutang.

    Kedua isu penting di atas sudah terjawab dan kini para pelaku pasar akan kembali lagi memperhatikan data-data ekonomi yang akan menjadi penggerak pasar minggu ini. Masalah Eropa masih belum selesai, jadi data-data ekonomi Eropa akan menjadi fokus. 

EURUSD

     Trend EURUSD masih tetap Bullish dengan kemungkinan koreksi. Dengan target bullish ke area 1.3370 sedangkan level support penting di kisaran 1.3010. Penembusan support memicu koreksi euro kembali ke area 1.2750.

GBPUSD

     Trend GBPUSD untuk minggu depan tetaplah Bullish, dengan target di areal 1.6322 dan level 1.6470 sedangkan areal supportnya ada di areal 1.6210, dengan tertembusnya support ini maka akan memicu koreksi GBPUSD ke areal 1.6065.

USDJPY

     USDJPY mendapatkan support kuat di kisaran 77.00-77.10 dimana ada ekspektasi kuat bahwa pemerintah Jepang akan melakukan intervensi di sekitar level tersebut. Tekanan besar masih turun untuk pasangan ini. Bila kembali menembus support akan membuka jalan ke area 75. Resisten terdekat di 79.80.

USDCHF

     USDCHF mendapatkan momentum pelemahan dari pekan sebelumnya. Namun support kuat sudah menanti di sekitar level 0.9150 dan 0.9040. Resisten terdekat di 0.9350 dan selanjutnya di 0.9430.

AUDUSD

     Trend AUDUSD masih tetap Bullish selama support terdekat di sekitar 1.0370 tidak tertembus maka harga akan bergerak ke areal resisten di 1.0630. Dan dengan tertembusnya resistance tersebut maka AUDUSD akan berpotensi 1.0770.

XAUUSD

     Harga emas masih cenderung Bullish dengan Target harga ada di areal 1775 dan 1800, selama support di areal 1730 tetap bertahan maka trend harga akan mencoba menembus level 1800, namun apabia support 1730 tertemus maka akan memacu koreksi harga ke areal 1690.

OILUSD

     Harga minyak mentah WTI mencoba untuk kembali menguat ke atas level $100 per barel. Bila support 96.50 mampu bertahan, terbuka peluang minyak untuk menguat ke area 103. Sebaliknya penembusan di bawah 96.50 membuka koreksi lebih lanjut ke area $93 lalu ke $90 per barel.

Minggu, 09 September 2012

TREND 10092012 - 14092012


     Pekan ini akan menjadi pekan yang penuh dengan agenda penting yang sangat ditunggu pasar. Setelah pekan lalu instrumen beresiko mengalami reli panjang berkat naiknya ekspektasi dikeluarkannya kebijakan stimulus baru oleh Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), pekan ini akan menjadi pekan penentuan apakah ekspektasi tersebut akan menjadi kenyataan.



     Rabu (12/9) Jerman akan menantikan keputusan Mahkamah Konstitusi-nya mengenai aktivasi lembaga bailout permanen Eropa – ESM (European Stability Mechanism). Lembaga ini sebenarnya sudah direncanakan akan aktif pada bulan Juli lalu untuk menggantikan kerja lembaga sementara EFSF (European Financial Stability Facility), namun setiap negara memerlukan persetujuan parlemen. Di Jerman, meski sudah disetujui parlemen, muncul gugatan untuk membatalkan keputusan tersebut ke Mahkamah Konstitusi Jerman. Dengan kekuatan modal sebesar 700 miliar euro, ESM diharapkan mampu membantu keuangan negara zona euro yang bermasalah.

     Selanjutnya pada Kamis (13/9) para pelaku pasar akan mendengarkan keputusan rapat moneter US Federal Reserve terkait isu kebijakan pelonggaran moneter. Ini yang paling dinantikan para pelaku pasar pada bulan September ini. Bila kebijakan pelonggaran moneter dirilis sebesar yang diharapkan, dollar akan kembali melemah dan instrumen beresiko diuntungkan. Di pihak lain ada yang memproyeksikan bahwa kebijakan QE tidak akan dirilis Fed hingga sesudah pemilu presiden November 2012. 

      Di akhir pekan, para pelaku pasar akan mengalihkan perhatiannya ke pertemuan ECOFIN untuk membahas solusi krisis Eropa selanjutnya. Informasi terakhir terkait perkembangan Yunani, pemerintah Yunani kesulitan mendapatkan persetujuan rencana pemangkasan anggaran 11,5 miliar euro seperti yang disyaratkan oleh Troika (IMF, ECB, Uni Eropa) dari parlemen. Hal ini akan menghambat Yunani untuk mencairkan bantuan tahapan bailout kedua sebesar 31 miliar euro yang dibutuhkan. 

EURUSD

     Trend EURUSD untuk minggu depan adalah Bullish, EURUSD masih diekspektasikan naik sepanjang tidak menembus level support di 1.2650 dengan potensi target ke area 1.29. Alternatif skenario, bila kembali ke bawah 1.2650, potensi konsolidasi kembali di area 1.24-1.25.


GBPUSD

     Trend bagi GBPUSD untuk minggu depan adalah Bullish, hal ini dapat terjadi sepanjang berada di atas level 1.5910 sebagai level support dengan potensi target 1.62. Di bawah level itu, pound berpotensi menekan ke area 15740.

USDCHF

     Trend untuk USDCHF adalah Bearish, hal ini disebabkan USDCHF masih mendapatkan tekanan turun di bawah level 0.9540 dengan potensi target ke area 0.93. Alternatif skenario, di atas level 0.9540 berpeluang menguat ke area 0.97.

USDJPY

     Trend Bearish USDJPY masih berada dalam tekanan sepanjang berada di bawah resisten 79.00 dengan potensi target ke area 77.40. Alternatif skenario, di atas resisten berpeluang membawa yen melemah ke area 79.60.

AUDUSD

     Berlajutnya Trend Bullish terlihat dengan AUDUSD masih bergerak positif sepanjang bertahan di atas support 1.0260 dengan potensi target ke area 1.05. Bila tertekan di bawah 1.0260, aussie berpotensi menguji area paritas 1.0155.

XAUUSD

     Trend untuk XAUUSD adalah Bullish diamana Emas masih berada dalam jalur penguatannya ke 1760 dengan support di kisaran 1710. Di bawah level support ini, emas berpotensi kembali ke level 1680-1650.

OILUSD

     Minyak mentah WTI terlihat bergerak sideway antara 93.90 dan 98.20. Penembusan kedua level tersebut dapat membuka tren baru ke area $91 dan $100 per barel.

Minggu, 02 September 2012

TREND 03092012 - 07092012


     Ekspektasi dirilisnya kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka dari pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke pada pertemuan di Jackson Hole Jumat malam lalu (31/8). Para pelaku pasar menanggapi positif pidator ini terbukti dari menguatnya instrumen-instrumen beresiko beberapa saat setelah pidato.

     Namun Bernanke sekali lagi tidak mengungkapkan kapan waktunya. Bernanke membiarkan para pelaku pasar bertanya-tanya. Ini akan memunculkan spekulasi baru bahwa Fed kemungkinan tidak akan merilis kebijakan tersebut pada pertemuan Fed September (13/9) ini. Data Non-Farm Payroll AS Jumat ini akan menjadi market mover utama pekan ini dimana jika hasilnya di bawah ekspektasi pasar (121 ribu), ekspektasi QE akan kembali menguat.


     Sementara perkembangan dari Eropa terkait solusi krisi hutang juga dinanti para pelaku pasar. Setelah wacana pembelian obligasi oleh Bank Sentral Eropa (ECB) di pasar sekunder yang masih dalam taraf pembicaraan, kini muncul lagi wacana mengenai pemberian monopoli pengawasan perbankan di seluruh zona euro kepada ECB. Dengan monopoli pengawasan ini maka hanya ECB yang berhak memberikan dan menarik ijin perbankan di seluruh zona euro sementara bank sentral lokal hanya diberi kekuasaan untuk menentukan kapan bank akan ditutup.

     Banyak wacana yang muncul di zona euro tapi belum sampai pada tahap kesepakatan. Jerman masih akan menunggu keputusan Mahkamah Konstitusinya untuk menyetujui pembentukan ESM (lembaga bailout permanen Eropa) dan pakta penyatuan fiskal pada tanggal 12 September nanti. Persetujuan MK Jerman tentunya akan memberikan sentimen positif ke pasar. 

     Bank Sentral Eropa akan mengumumkan kebijakan moneternya pada Hari Kamis (6/9). Namun kemungkinan tidak ada kejutan yang memberikan sentimen positif ke pasar dari pertemuan kali ini.

     Pelambatan ekonomi dunia masih menjadi isu pekan ini dengan dirilisnya data indeks manufaktur dan jasa dari beberapa negara seperti China, Eropa, Inggris dan AS. Hasil data indeks manufaktur China telah dirilis dan mengalami (di bawah angka 50) untuk pertama kali sejak rilis Desember 2011.  

EURUSD

     Trend EURUSD untuk minggu depan adalah Bullish , hal ini dapat terjadi selama EURUSD masih dalam jalur penguatannya sepanjang berada di atas 1.2530 dengan potensi target ke area 1.27. Di bawah 1.2530, euro berpotensi kembali tertekan ke area 1.2430.

GBPUSD

     Tren GBPUSD untuk pekan kedepan adalah Bullish, hal ini terjadi selama GBPUSD masih berada dalam jalur penguatannya sepanjang berada di atas 1.5800 dengan potensi target ke area 1.6130. Pergerakan di bawah 1.5800, membuka potensi pelemahan kembali ke area  1.5630. 

AUDUSD

     Trend AUDUSD dalam minggu ini adalah Bearish dengan adanya kemungkinan koreksi, hal ini di sebabkan potensi pelambatan ekonomi Australia akibat melemahnya aktivitas ekonomi China dan penguatan mata uang Aussie. Rapat kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) besok akan menjadi salah satu penggerak aussie pekan ini di samping data tenaga kerja yang akan dirilis hari Kamis (6/9). Bila ada indikasi pelonggaran moneter dari RBA, bukan tidak mungkin aussie akan melemah kembali ke level parity (1.0157). Sementara resistance berada di level 1.0430.

USDJPY

     Trend USDJPY adalah sideway dan berpotensi untuk turun ke kisaran 77 pekan ini dengan resisten di 78.80. Di atas resisten ini, USDJPY berpeluang kembali ke area 80. 

USDCHF

     Trend USDCHF adalah Bearish hal ini mengingat USDCHF berpotensi tertekan di bawah 0.9650 dengan target ke kisaran 0.9420. Di atas 0.9650, USDCHF berpeluang menguat kembali ke area 0.9800.

XAUUSD

     Trend XAUUSD adalah sideway, Dengan harga emas yang berhasil bertahan di atas 1650 pekan lalu dan membuka potensi kenaikan lanjutan mendekati area 1700. Penembusan di bawah 1650, bisa membuka potensi emas melorot kembali ke area 1600.

OILUSD

     Harga minyak mentah WTI ditutup menguat tipis pekan lalu dan berpeluang kembali menguat ke area 98 sepanjang level support di 94.00 mampu bertahan. Isu pelambatan ekonomi dan stimulus berperan penting dalam pergerakan minyak mentah pekan ini.