Minggu, 26 Agustus 2012

TREND 27082012 - 31082012


     Notulen rapat kebijakan Federal Reserve Bank Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal FOMC minutes membuka tabir bahwa dalam rapat tersebut para anggota membicarakan dengan intensif kemungkinan dikeluarkannya kebijakan pelonggaran kuantitatif. Ekspektasi ini langsung membuat dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia dan komoditi serta mengangkat bursa saham.


     Jadi rencana kebijakan pelonggaran kuantitatif bukan lagi persoalan apakah akan diadakan atau tidak, tapi sekarang sudah menjadi: kapan akan dikeluarkan. Dalam rapat tersebut didiskusikan segala tools yang bisa digunakan untuk melakukan pelonggaran moneter. Penegasan pelonggaran moneter juga tertulis dalam surat jawaban atas pertanyaan anggota parlemen dari Partai Republik, Darrel Issa, Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke mengemukakan bahwa ada ruang untuk mengambil langkah lanjutan oleh Federal Reserve untuk melonggarkan kondisi keuangan dan memperkuat pemulihan ekonomi.

     Di sisi lain, optimisme yang berkembang seputar solusi krisis hutang Eropa kembali memudar karena masih adanya pertentangan masalah pembelian obligasi dan belum adanya kepastian mengenai terbentuknya lembaga bailout permanen Eropa, European Stability Mechanism (ESM).

     Pekan ini, pasar menantikan pidato Ben Bernanke pada pertemuan di Jackson Hole Symposium Jumat pekan ini (31/8). Bila Ben Bernanke mengindikasikan perlunya kebijakan pelonggaran moneter, dollar tentu akan kembali mendapatkan tekanan. Data penting lainnya seperti data survei iklim bisnis Jerman oleh Ifo dan GDP Q2 AS berpotensi menjadi market mover pekan ini.

EURUSD

     Trend EURUSD pada minggu ini adalah sideway, hal ini dapat dilihat dari pergerakan EURUSD pada penutupan pasar jum'at kemarin yang mulai melemah dan mulai melakukan koreksi. Potensi koreksi ke area support di 1.2440 sangatlah besar, bila area ini tertembus maka akan membuka koreksi lanjutan ke area 1.2300. Sementara resisten terdekat di 1.2590. Penembusan resisten bisa membawa euro ke area 1.2690.

GBPUSD

     GBPUSD mulai melakukan konsolidasi setelah reli hingga 1.5912. Level support di kisaran 1.5770. Penembusan support bisa membawa sterling ke area 1.5630. Sementara penembusan resisten di 1.5912 bisa membawa pounds ke area 1.6070.

USDJPY

     USDJPY kembali mencoba menguji level support kuat di 77.80. Penembusan support berpotensi membawa pasangan mata uang ini ke level 76.50. Sementara penembusan level resisten 79.00 membuka jalan USD/JPY kembali ke area 80.00

AUDUSD

   AUDUSD terus melemah terkait ekspektasi bank sentral akan mengeluarkan kebijakan untuk mendepresisasi penguatan aussie yang dipandang sudah mengganggu pertumbuhan ekonomi. Pelemahan ini berpotensi membawa aussie terkoreksi hingga 1.0120-80. Bullish trend dapat kembali jika aussie menembus kembali resisten di 1.0450.

USDCHF

     USDCHF dapat kembali menguat jika berhasil melewati resisten di 0.9660 dengan potensi target ke area 0.9800. Pelemahan lanjutan terjadi hanya jika swissie berhasil menembus kembali level support di 0.9530. Dengan potensi target ke area 0.9400. 

XAUUSD

    Harga emas mencoba berkonsolidasi di antara level 1662-1674 setelah berhasil menembus batas atas pola Triangle. Bila mampu bertahan, emas bisa menguat lebih lanjut mendekati area 1700. Sebaliknya, bila berhasil menembus 1662, koreksi pertama akan ke area 1652, kemudian selanjutnya ke 1640.

OILUSD

    Harga minyak mentah masih bertahan di level 97.00. Penguatan lanjut akan terjadi jika berhasil menembus level 98.30 dengan potensi target ke area $100 per barel. Namun koreksi bisa saja terjadi ke area 91.70 jika berhasil menembus level support di 94.70.

Senin, 20 Agustus 2012

Trend 20082012 - 24082012


     Fokus pasar minggu lalu masih kepada perkembangan situasi di kawasan Eropa terkait ide bank sentral Eropa (ECB) untuk mengintervensi pasar obligasi dan memberikan bantuan tambahan untuk Yunani serta wacana stimulus oleh beberapa bank sentral dunia lainnya. 

     Dalam sepekan di depan pasar masih menantikan perkembangan kelanjutan rencana ECB untuk membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder. Bank sentral Jerman (Bundesbank) masih belum memberikan persetujuannya padahal jajaran pemerintah Jerman seperti Kanselir dan menteri keuangannya sudah menyatakan dukungannya. Bundesbank beranggapan bahwa pembelian obligasi oleh ECB akan mengganggu stabilitas dan melanggar konstitusi Eropa. Masalah fiskal harusnya merupakan tanggung jawab pemerintah dan parlemen.


    Sementara itu, Yunani masih menjalani proses evaluasi oleh Troika (ECB, Uni Eropa dan IMF) agar dana bailout tahap kedua-nya dapat dikeluarkan. Proses evaluasi ini masih akan berlangsung hingga awal bulan depan.

    Dari Amerika Serikat, Pasar masih berekspektasi terhadap pelonggaran kuantitatif (QE) dari Bank Sentral Amerika Serikat. Namun bila data-data ekonomi AS yang akan keluar pekan ini kembali lebih bagus dari prediksi, ekspektasi terhadap QE3 akan berkurang dan dollar akan kembali menguat. 

EURUSD

   Trend EURUSD untuk minggu ini adalah konsolidasi, hal ini ditunjukkan dengan pergerakan EURUSD minggu kemarin EURUSD kembali mengalami trend sideway di areal 1.2555 sampai 1.2380. EURUSD akan kembali mendapatkan resistensi di kisaran 1.2380. Di bawah level tersebut euro cenderung melemah terhadap dollar AS. Penembusan di atas 1.2380 akan mendorong EURUSD menuju 1.2444 dan apabila dapat menembus level 1.2444 akan melanjutkan trend bullish EURUSD ke level 1.2602. Dan apabila menembus dibawah 1.2555 akan melanjutjan koreksi ke level 1.2170.

GBPUSD

    Trend GBPUSD untuk minggu depan adalah Bullish konsolidasi, hal ini terlihat dari pergerakan GBPUSD minggu lalu yang bergerak dalam Bullish channel dengan Resistance di level 1.5768, apabila harga dapat menembus level tersebut maka trend Bullish akan berlanjut ke level 1.5886. Sedangkan apabila level tersebut tidak dapat tertembus maka harga akan turun ke level 1.5608

AUDUSD

     AUDUSD mengalami koreksi tajam pekan lalu akibat rumor bahwa bank sentral Australia mungkin akan memangkas suku bunga untuk menurunkan nilai mata uangnya. Mata uang yang terlalu menguat akan mengganggu kinerja ekspor Australia. Namun koreksi aussie ini akan menemui tahanan di sekitar 1.0400. Penembusan area 1.0400 akan membuka potensi ke area 1.0344an.

USDJPY

    USDJPY sepanjang pekan lalu menguat karena mendapatkan dorongan dari naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun. Penembusan level 80 akan membuka penguatan lanjutan ke area 83.00. Di bawah itu, USD/JPY berpotensi terkoreksi kembali ke area 78. 

USDCHF

    USDCHF membentuk pola lower highs yang menunjukkan tekanan turun. Level support kuat di sekitar 0.9650-0.9690. Penembusan area ini berpeluang terjadi koreksi lanjutan ke area 0.94. Sementara resisten di 0.9800.

XAUUSD

    Harga XAUUSD masih terjebak di area segitiga dengan tahanan atas di 1625 dan tahanan bawah di 1589. Bila tahanan 1625 ini tembus, penguatan lanjutan berpotensi terjadi ke area 1640 atau bahkan ke 1670. Sementara pola sideway akan terus berlangsung jika 1625 ini tidak tembus.

OILUSD

    Harga minyak mentah WTI masih dipengaruhi oleh situasi yang berkembang di timur tengah saat ini. Ketakutan terhambatnya suplai dari wilayah tersebut membuat harga minyak mentah  terkatrol naik. Pergerakan minyak mentah ini hampir mendekati level retracement Fibonacci 62,8% di 97.80 yang berpotensi menjadi resistaance kuat. Bila hal ini terjadi, minyak mungkin dapat terkoreksi kembali ke area $92  per barel.

Senin, 13 Agustus 2012

TREND 13082012 - 17082012


         Pekan lalu beberapa instrumen yang beresiko lebih tinggi seperti indeks saham, komoditi dan beberapa mata uang utama dunia mengalami penguatan. Seiring dengan kembalinya isu stimulus moneter yang kembali merebak yang membangkitkan minat untuk membeli aset - aset dengan tingkat likuiditas Tinggi.


         Dilain pihak pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (FED), Erick Rosengren, melontarkan gagasan diperlukan stimulasi besar-besaran untuk meningkatkan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan di AS. Sedangkan Gubernur Federal Reserve, Ben Bernanke, menyampaikan AS masih didera kondisi ekonomi dan keuangan yang sulit. Pernyataan-pernyataan ini kembali memberikan ekspektasi dikeluarkannya pelonggaran kuantitatif ke-3 (QE3) untuk meningkatkan perekonomian AS.

         Sementara salah satu pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), Christian Noyer, menyatakan kemungkinan ECB akan mengintervensi pasar obligasi pemerintah untuk menurunkan biaya bunga. ECB mungkin akan menggelontorkan operasi dalam skala yang cukup besar untuk memberikan dampak bagi pasar keuangan. Pemimpin-pemimpin Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa masih berdiskusi mengenai kemungkinan ECB mengintervensi pasar obligasi hingga saat ini. Terjadi beberapa penolakan terhadap ide Presiden ECB, Mario Draghi, yang akan menggunakan sumber daya ECB untuk membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder. Namun masalah ini telah menimbulkan ekspektasi bahwa ECB kemungkinan akan menggelontorkan operasi stimulus untuk membantu Eropa mengatasi krisis hutang yang mereka alami saat ini.

         Selain itu data surplus neraca perdagangan China yang merosot sekitar 20,8% menjadi 25,1 miliar USD meyakinkan para pelaku pasar bahwa China akan segera bertindak dengan menggelontorkan stimulus untuk memulihkan kembali perekonomiannya.

         Sementara Bank Sentral Jepang, Australia dan Kanada cukup optimis dengan perekonomiannya saat ini. Bahkan untuk Bank Sentral Australia dan Kanada, ada kemungkinan kedua bank ini malah akan melakukan kebijakan pengetatan moneter. Sedangkan Bank Sentral Inggris mengkhawatirkan pelambatan pertumbuhan ekonomi Inggris akibat krisis Eropa namun menilai bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan berdampak kontra produktif.

         Pekan ini, pelaku pasar masih menantikan perkembangan dari Uni Eropa terkait peranan ECB dan dukungan dari para pemimpin Eropa untuk memulihkan krisis hutang Eropa. Di samping data-data ekonomi yang perlu diperhatikan yang akan menjadi market mover seperti data survei sentimen ekonomi Jerman oleh ZEW, data indeks harga konsumen dan tenaga kerja Inggris, data GDP Eropa, data penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran AS. Data-data ini dapat mengubah sentimen market pada akhir pekan depan.

EURUSD

         Trend EURUSD masih berada dalam tren sideway, hal ini dapat terlihat dari pergerakan EURUSD minggu lalu yang masih berada dalam tekanan bearish meski kini telah menjauh dari level rendah di 1.2040. EURUSD akan bergerak di level 1.2255 sampai dengan Level 1.2444, Namun apabila mampu menembus 1.2440, Level 1.2640 menjadi target berikutnya.

GBPUSD

         Trend GBPUSD masih akan bergerak Sideways, melanjutkan pergerakan GBPUSD masih bergerak sideways sedikit bullish. Dan akan bergerak dalam rentang 1.5460-5780. Penguatan di atas 1.5789 membuka potensi menuju level 1.6000.


USDJPY

         Trend USDJPY masih dominan Sideway, hal ini di dukung dengan pergerakan USDJPY minggu lalu yang USDJPY masih terus tertekan di bawah 78.80, pelemahan lanjutan bisa terjadi ke area 77.11 jika support 77.90 tidak mampu bertahan. Namun apabila mampu menembus level 78.80 akan membuat trend USDJPY kembali bullish dengan level target di 79.60

USDCHF

          Trend USDCHF untuk minggu depan adalah Bullish, dimana USDCHF masih menunjukkan pola naik dengan Level 0.9410 menjadi support penting, di bawah level ini, trend berbalik menjadi bearish. Potensi target ke area parity.

AUDUSD

         AUDUSD masih menunjukan trend Sideway dengan tekanan koreksi dari trend Bullish yang terjadi sjak 3 minggu yang lalu dengan support di level 1.0490. Apabila level 1.0490 ini dapat tertembus maka AUDUSD akan mengalami penurunan sampai level 1.0445 dan Level 1.0394.

XAUUSD

         Harga Gold, meski terlihat naik minggu terakhir ini, namun masih berada dalam area konsolidasi. Tekanan naik mungkin terbatas hingga 1640-1650 pekan ini dan XAUUSD bisa terkoreksi kembali ke area 1600an.

OILUSD

        Harga minyak mentah terdorong naik belakangan ini terkait konflik di Timur Tengah dan embargo Iran. Tekanan naik bisa berlanjut ke $98.20 per barel jika level resisten di $95.40 dapat ditembus. Support di 86.80.

Minggu, 05 Agustus 2012

TREND 06082012 - 10082012


       Data Non-farm payrolls AS yang dirilis Jumat lalu ternyata melebihi ekspektasi para analis, 163 ribu vs 100 ribu dan ini mendorong kembali sentimen positive terhadap USD, namun tampaknya hal ini telah di antisipasi oleh pasar sehingga saat keluarnya berita NFP tidak menimbulkan penguatan USD yan signifikan. Harga emas kembali bertengger di atas $1600 per troy ons dan harga minyak mentah WTI kembali ke atas $90 per barel.

      Sentimen positive terhadap mata uang Eropa akan terjadi minggu depan hal ini didukung oleh kebijakan bank sentral Eropa (ECB) untuk memberikan tambahan pinjaman darurat bagi Yunani melalui bank sentral Yunani sehingga Yunani dapat bernafas sejak sembari menunggu dikeluarkannya tahapan bailout pada awal September.


     Rapat beberapa bank sentral AS dan Eropa tidak memberikan hasil yang sesuai dengan ekspektasi pasar. The Fed tidak mengeluarkan kebijakan pelonggaran kuantitatif lanjutan dan ECB tidak mengeluarkan kebijakan baru untuk membantu memulihkan krisis hutang Eropa.

     Memasuki pekan ini, perdebatan mengenai peran ECB dalam memulihkan Uni Eropa dari krisis masih berlangsung. Yang masih diperdebatkan adalah pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder oleh ECB. Jerman menjadi penentang utama usulan kebijakan ini. Solusi dan implementasi kongkrit untuk penyelesaian krisis hutang dari Uni Eropa belum juga dapat di pecahkan, memberikan sentimen negatif ke pasar. Tingkat imbal hasil atau yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun yang kembali ke atas level 7% pun menyediakan sentimen negatif.

EURUSD

     Trend EURUSD untuk minggu depana akan bergerak sideway, hal ini terlihat dari EURUSD yang berhasil naik ke 1.2442 berkat data NFP, namun belum terlihat indikasi penguatan lanjutan.Koreksi mungkin terjadi ke area 1.2330 dan bisa berlanjut ke 1.2230. Resisten di 1.2440.

GBPUSD

     Trend GBPUSD minggu depan akan bergeran Netral dengan adanya Trend Koreksi atas penurunan GBPUSD minggu lalu, selain itu GBPUSD berpotensi mengalami koreksi kembali ke area 1.5550 lalu ke 1.5690. Penguatan ke area 1.5780 bila resisten 1.5705 dapat kembali ditembus.

AUDUSD

     Trend AUDUSD masih bergerak Sideway, hal ini dapat terlihat dari AUDUSD yang masih mencoba garis atas channel yang menandakan kuatnya aussie terhadap dollar AS.Pelaku pasar harus waspada dengan hasil keputusan moneter bank sentral Australia Selasa pagi. Penembusan di atas 1.0580 membuka potensi menguat ke 1.0630. Namun apabila support di areal 1.0530 dapat tertembus maka akan mengejar level 1.0490.

USDCHF

     USDCHF masih mengalami trend bearish hal ini dapat terlihat dari USD/CHF mengalami tekanan turun. Tapi bila trendline yang terbentuk dari titik 0.9423 dan 0.9462 mampu menahan penurunan, USD/CHF dapat kembali menguat ke area 0.9880an. 

USDJPY

     Trend USDJPY masih Netral, hal ini dapat terlihat dari pergerakan USD/JPY yang masih berkonsolidasi di sekitar area 78an. Bila pada rapat kebijakan bank sentral Jepang pada Kamis ini menghasilkan kebijakan moneter yang lebih longgar, USDJPY dapat menguat kembali ke area 80.00, namun bila sebaliknya yang terjadi, USD/JPY akan bergerak menuju area 77.

XAUUSD

     Trend Gold masih Netral, hal ini disebabkan harga emas kembali bertengger di area 1600 an. Level 1600 merupakan support terdekatnya. Bila bertahan, emas bisa bergerak ke atas 1610. Pergerakan konsolidatif masih membayangi harga emas dengan kisaran pergerakan $1570-1625 per troy ons minggu ini.

OILUSD

     Trend OILUSD masih Netral, Harga minyak mentah WTI kembali bergerak di atas $90 per barel. Namun penguatan belum terlihat stabil dan minyak mentah dapat kembali terkoreksi ke area 86-an. Support terdekat di $86.85 per barel, sementara resisten di 91.70.