Pekan lalu beberapa instrumen yang beresiko lebih tinggi seperti indeks saham, komoditi dan beberapa mata uang utama dunia mengalami penguatan. Seiring dengan kembalinya isu stimulus moneter yang kembali merebak yang membangkitkan minat untuk membeli aset - aset dengan tingkat likuiditas Tinggi.
Dilain pihak pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (FED), Erick Rosengren, melontarkan gagasan diperlukan stimulasi besar-besaran untuk meningkatkan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan di AS. Sedangkan Gubernur Federal Reserve, Ben Bernanke, menyampaikan AS masih didera kondisi ekonomi dan keuangan yang sulit. Pernyataan-pernyataan ini kembali memberikan ekspektasi dikeluarkannya pelonggaran kuantitatif ke-3 (QE3) untuk meningkatkan perekonomian AS.
Sementara salah satu pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), Christian Noyer, menyatakan kemungkinan ECB akan mengintervensi pasar obligasi pemerintah untuk menurunkan biaya bunga. ECB mungkin akan menggelontorkan operasi dalam skala yang cukup besar untuk memberikan dampak bagi pasar keuangan. Pemimpin-pemimpin Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa masih berdiskusi mengenai kemungkinan ECB mengintervensi pasar obligasi hingga saat ini. Terjadi beberapa penolakan terhadap ide Presiden ECB, Mario Draghi, yang akan menggunakan sumber daya ECB untuk membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder. Namun masalah ini telah menimbulkan ekspektasi bahwa ECB kemungkinan akan menggelontorkan operasi stimulus untuk membantu Eropa mengatasi krisis hutang yang mereka alami saat ini.
Selain itu data surplus neraca perdagangan China yang merosot sekitar 20,8% menjadi 25,1 miliar USD meyakinkan para pelaku pasar bahwa China akan segera bertindak dengan menggelontorkan stimulus untuk memulihkan kembali perekonomiannya.
Sementara Bank Sentral Jepang, Australia dan Kanada cukup optimis dengan perekonomiannya saat ini. Bahkan untuk Bank Sentral Australia dan Kanada, ada kemungkinan kedua bank ini malah akan melakukan kebijakan pengetatan moneter. Sedangkan Bank Sentral Inggris mengkhawatirkan pelambatan pertumbuhan ekonomi Inggris akibat krisis Eropa namun menilai bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan berdampak kontra produktif.
Pekan ini, pelaku pasar masih menantikan perkembangan dari Uni Eropa terkait peranan ECB dan dukungan dari para pemimpin Eropa untuk memulihkan krisis hutang Eropa. Di samping data-data ekonomi yang perlu diperhatikan yang akan menjadi market mover seperti data survei sentimen ekonomi Jerman oleh ZEW, data indeks harga konsumen dan tenaga kerja Inggris, data GDP Eropa, data penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran AS. Data-data ini dapat mengubah sentimen market pada akhir pekan depan.
EURUSD
Trend EURUSD masih berada dalam tren sideway, hal ini dapat terlihat dari pergerakan EURUSD minggu lalu yang masih berada dalam tekanan bearish meski kini telah menjauh dari level rendah di 1.2040. EURUSD akan bergerak di level 1.2255 sampai dengan Level 1.2444, Namun apabila mampu menembus 1.2440, Level 1.2640 menjadi target berikutnya.
GBPUSD
Trend GBPUSD masih akan bergerak Sideways, melanjutkan pergerakan GBPUSD masih bergerak sideways sedikit bullish. Dan akan bergerak dalam rentang 1.5460-5780. Penguatan di atas 1.5789 membuka potensi menuju level 1.6000.
USDJPY
Trend USDJPY masih dominan Sideway, hal ini di dukung dengan pergerakan USDJPY minggu lalu yang USDJPY masih terus tertekan di bawah 78.80, pelemahan lanjutan bisa terjadi ke area 77.11 jika support 77.90 tidak mampu bertahan. Namun apabila mampu menembus level 78.80 akan membuat trend USDJPY kembali bullish dengan level target di 79.60
USDCHF
Trend USDCHF untuk minggu depan adalah Bullish, dimana USDCHF masih menunjukkan pola naik dengan Level 0.9410 menjadi support penting, di bawah level ini, trend berbalik menjadi bearish. Potensi target ke area parity.
AUDUSD
AUDUSD masih menunjukan trend Sideway dengan tekanan koreksi dari trend Bullish yang terjadi sjak 3 minggu yang lalu dengan support di level 1.0490. Apabila level 1.0490 ini dapat tertembus maka AUDUSD akan mengalami penurunan sampai level 1.0445 dan Level 1.0394.
XAUUSD
Harga Gold, meski terlihat naik minggu terakhir ini, namun masih berada dalam area konsolidasi. Tekanan naik mungkin terbatas hingga 1640-1650 pekan ini dan XAUUSD bisa terkoreksi kembali ke area 1600an.
OILUSD
Harga minyak mentah terdorong naik belakangan ini terkait konflik di Timur Tengah dan embargo Iran. Tekanan naik bisa berlanjut ke $98.20 per barel jika level resisten di $95.40 dapat ditembus. Support di 86.80.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar