Minggu, 02 September 2012

TREND 03092012 - 07092012


     Ekspektasi dirilisnya kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka dari pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke pada pertemuan di Jackson Hole Jumat malam lalu (31/8). Para pelaku pasar menanggapi positif pidator ini terbukti dari menguatnya instrumen-instrumen beresiko beberapa saat setelah pidato.

     Namun Bernanke sekali lagi tidak mengungkapkan kapan waktunya. Bernanke membiarkan para pelaku pasar bertanya-tanya. Ini akan memunculkan spekulasi baru bahwa Fed kemungkinan tidak akan merilis kebijakan tersebut pada pertemuan Fed September (13/9) ini. Data Non-Farm Payroll AS Jumat ini akan menjadi market mover utama pekan ini dimana jika hasilnya di bawah ekspektasi pasar (121 ribu), ekspektasi QE akan kembali menguat.


     Sementara perkembangan dari Eropa terkait solusi krisi hutang juga dinanti para pelaku pasar. Setelah wacana pembelian obligasi oleh Bank Sentral Eropa (ECB) di pasar sekunder yang masih dalam taraf pembicaraan, kini muncul lagi wacana mengenai pemberian monopoli pengawasan perbankan di seluruh zona euro kepada ECB. Dengan monopoli pengawasan ini maka hanya ECB yang berhak memberikan dan menarik ijin perbankan di seluruh zona euro sementara bank sentral lokal hanya diberi kekuasaan untuk menentukan kapan bank akan ditutup.

     Banyak wacana yang muncul di zona euro tapi belum sampai pada tahap kesepakatan. Jerman masih akan menunggu keputusan Mahkamah Konstitusinya untuk menyetujui pembentukan ESM (lembaga bailout permanen Eropa) dan pakta penyatuan fiskal pada tanggal 12 September nanti. Persetujuan MK Jerman tentunya akan memberikan sentimen positif ke pasar. 

     Bank Sentral Eropa akan mengumumkan kebijakan moneternya pada Hari Kamis (6/9). Namun kemungkinan tidak ada kejutan yang memberikan sentimen positif ke pasar dari pertemuan kali ini.

     Pelambatan ekonomi dunia masih menjadi isu pekan ini dengan dirilisnya data indeks manufaktur dan jasa dari beberapa negara seperti China, Eropa, Inggris dan AS. Hasil data indeks manufaktur China telah dirilis dan mengalami (di bawah angka 50) untuk pertama kali sejak rilis Desember 2011.  

EURUSD

     Trend EURUSD untuk minggu depan adalah Bullish , hal ini dapat terjadi selama EURUSD masih dalam jalur penguatannya sepanjang berada di atas 1.2530 dengan potensi target ke area 1.27. Di bawah 1.2530, euro berpotensi kembali tertekan ke area 1.2430.

GBPUSD

     Tren GBPUSD untuk pekan kedepan adalah Bullish, hal ini terjadi selama GBPUSD masih berada dalam jalur penguatannya sepanjang berada di atas 1.5800 dengan potensi target ke area 1.6130. Pergerakan di bawah 1.5800, membuka potensi pelemahan kembali ke area  1.5630. 

AUDUSD

     Trend AUDUSD dalam minggu ini adalah Bearish dengan adanya kemungkinan koreksi, hal ini di sebabkan potensi pelambatan ekonomi Australia akibat melemahnya aktivitas ekonomi China dan penguatan mata uang Aussie. Rapat kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) besok akan menjadi salah satu penggerak aussie pekan ini di samping data tenaga kerja yang akan dirilis hari Kamis (6/9). Bila ada indikasi pelonggaran moneter dari RBA, bukan tidak mungkin aussie akan melemah kembali ke level parity (1.0157). Sementara resistance berada di level 1.0430.

USDJPY

     Trend USDJPY adalah sideway dan berpotensi untuk turun ke kisaran 77 pekan ini dengan resisten di 78.80. Di atas resisten ini, USDJPY berpeluang kembali ke area 80. 

USDCHF

     Trend USDCHF adalah Bearish hal ini mengingat USDCHF berpotensi tertekan di bawah 0.9650 dengan target ke kisaran 0.9420. Di atas 0.9650, USDCHF berpeluang menguat kembali ke area 0.9800.

XAUUSD

     Trend XAUUSD adalah sideway, Dengan harga emas yang berhasil bertahan di atas 1650 pekan lalu dan membuka potensi kenaikan lanjutan mendekati area 1700. Penembusan di bawah 1650, bisa membuka potensi emas melorot kembali ke area 1600.

OILUSD

     Harga minyak mentah WTI ditutup menguat tipis pekan lalu dan berpeluang kembali menguat ke area 98 sepanjang level support di 94.00 mampu bertahan. Isu pelambatan ekonomi dan stimulus berperan penting dalam pergerakan minyak mentah pekan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar