Rabu, 21 Desember 2011

RESISTANCE - SUPPORT LEVEL


      Resistance dan Support Level adalah level tahanan atau level Overbought atau level Oversold suatu pergerakan harga. Untuk dapat melampauinya dibutuhkan waktu atau kekuatan , sehingga saat harga bertemu dengan level – level ini harga akan berbalik arah (rebound) 

      Support adalah level dimana harga mendapatkan tahanan ketika harga mengalami penurunan. Harga lebih sering berbalik setelah menemui level ini dibanding melampauinya. Setelah terlampaui Support akan menjadi Resistance. Sedangkan Resistance level dimana harga mendapatkan tahanan ketika harga mengalami kenaikan. Setelah terlampaui resistance akan menjadi support.


Beberapa cara yang digunakan untuk menentukan Level Resistance dan Support, antara lain :

Fibonacci Retracement 

     Fibonacci Retracement adalah sebuah cara untuk menentukan tahanan dengan menggunakan hitungan Fibonacci. Untuk membuat Fibonacci Retracement yang perlu kita lakukan hanyalah menarik Fibonacci Retracement dari peak sampai peak untuk trend Bullish dan dari trough sampai peak untuk Bearish.


Contoh : Support dan Resistance Level dengan Fibonacci Retracement

Pivot Point

       Pivot point adalah suatu cara untuk mencari support dan resistance yang paling sederhana. Pivot point biasanya digunakan untuk mencari level support dan level berdasarkan pergerakan harga hari sebelumnya. Untuk menentukan support dan resistance dengan pivot point kita hanya butuh Higher (Harga Tertinggi), Lowest (Harga Terendah), dan Close (Harga Penutupan) hari sebelumnya. 

Setelah semuanya terkumpul kita hanya perlu memasukkannya kedalam rumus, yaitu :


 Pola Harga

      Cara menentukan Resistance dan Support dengan melihat pola harga adalah cara yang paling susah untuk dilakukan karena membutuhkan kebiasaan. Cara untuk menentukan harga dengan, dengan cara :
  • Menghubungkan garis horizontal pada grafik yang pada saat tersentuh berbalik arah, baik pada saat harga turun maupun harga naik. Pembalikan grafik tesebut minimal terjadi sebanyak 3 kali,
  • Semakin banyak grafik yang berbalik di satu harga, maka semakin kuat tahanan tersebut.
  • Garis yang berada di atas harga saat ini (Running) dijadikan Resistance sedangkan garis yang berada di bawah harga saat ini (Running) di jadikan support.

     Seteleh kita mengetahui bagaimana menentukan Support dan Resistance sekarang saatnya untuk kita belajar bagaimana menentukan Entry dan Exit Level dengan menggunakan Support dan Resistance Level.


Contoh : Pengambilan Posisi dengan Menggunakan Support and Resistance Level

Trend Following

      Trend following trading adalah system transaksi yang mengikuti trend yang sedang terjadi. Keputusan untuk pengambilan posisi diambil berdasarkan keberhasilan harga dalam menembus level Support / Resistance tertentu, contoh : Posisi Sell 4  pada gambar, dengan stop loss Support 1 (Setelah terlampaui menjadi Resistance)

Counter Trend

      Counter trend adalah suatu system transaksi yang memanfaatkan masa jenuh sebuah trend atau masa istirahat trend. Umumnya transaksi ini dilakukan saat harga koreksi. Entry levelnya adalah :

  • Sell pada saat harga menyentuh Resistance, Contoh : Sell 1, Sell2, dan Sell 3 pada gambar, Stoploss : Resistance 2
  • Buy pada saat harga menyentuh Support, Contoh Buy 1, dan Buy 2 pada gambar, Stop Loss : Support 2


Tidak ada komentar:

Posting Komentar