Prinsip Pareto mengatakan bahwa 20% dari sesuatu itu selalu mendatangkan hasil 80%. Atau dengan kata lain, 80% hasil diperoleh dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu diperoleh dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif itu datang hanya dari sebagian kecil (20%) aktifitas transaksi Anda.
Manajemen Transaksi adalah Sebuah proses menganalisa dan mengambil tindakan untuk menghadapi ketidakpastian hasil transaksi. Yang Kita lakukan dengan manajemen resiko, adalah :
1. Manajemen Resiko
Jenis – jenis Resiko :
a. Resiko trading atau transaksi
Resiko trading adalah resiko yang Anda ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan dalam setiap keputusan. Resiko jenis ini sepenuhnya dibawah kontrol Anda.
~ Resiko Total Equity
Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30%, jika Anda cukup confident, maka Anda bisa menyesuaikannya.
~ Resiko per-kali masuk posisi (Resiko Transaksi)
Setelah Anda menentukan batasan resiko equity, barulah stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya Anda harus melihatnya dari total equity.
Dalam contoh diatas, resiko permasuk posisi tidak lebih dari 4%. Anda bisa menentukan batasan sendiri yang cocok dengan Anda. Tetapi disarankan tidak melebihi 5% total equity. Dengan demikian Anda masih memiliki 50% modal, ketika kesalahan 10 kali terjadi berurutan.
Panduan ini boleh dijadikan dasar;
Jika Anda meresikokan 1% dari seluruh modal untuk setiap transaksi, maka Anda memiliki 100 kali kesempatan. Jika 2% maka Anda memiliki 50 kali kesempatan, jika 3% maka 33 kali kesempatan, jika 4%, 25 kali kesempatan, jika 5%, 20 kali kesempatan.
b. Resiko pasar
Resiko ini adalah resiko yang sudah dimiliki oleh pasar dengan sendirinya, baik sebelum Anda terlibat didalam maupun sesudah itu. Anda sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal menganalisa dan mencari cara mengatasinya.
Setiap instrumen trading memiliki keunikan tersendiri, 3 resiko terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah:
~ Perubahan harga dan volatilitas
Yang pertama dan yang paling dasar adalah perubahan harga pasar. Perubahan ini tentunya akan menciptakan resiko tersendiri bagi aktifitas trading Anda. Saham yang berkapital besar biasanya bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index juga sama, beberapa index dan mata uang bergerak lebih stabil dibanding yang lain.
Volatilitas yang tinggi, terutama jika dibarengi dengan range pergerakan yang besar, dapat memaksa Anda untuk melonggarkan batasan resiko yang sudah Anda tentukan, misalnya dengan cara menempatkan stoploss yang lebih jauh.
~ Resiko likuiditas
Untuk melikuidasi posisi saham, biasanya data Anda akan di input dalam daftar antrian. Jika pasar dalam keadaan turun, dan pembeli sulit ditemukan, Anda mungkin tidak dapat melikuidasi posisi hingga kerugian besar menimpa Anda. Resiko seperti ini juga harus dipertimbangkan dalam manajemen resiko, dan mencari cara untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul tersebut, Anda bisa saja, misalnya, melakukan shot sell (jika memungkinkan) atau melakukan hedging di pasar future.
Resiko likuiditas seperti ini bagi instrumen futures atau derivative lain sangat minim, terutama setelah adanya aktifitas online trading, yang memungkinkan pelaksanaan transaksi secara elektronik.
~ Resiko leverage dan margin
Resiko leverage dapat diartikan sebagai resiko yang muncul akibat penggunaan skala modal yang lebih besar dibanding modal yang disetorkan. Misalnya Anda dapat membeli atau menjual suatu instrumen seharga $ 100,000,- dengan hanya menyetorkan jaminan dana sebesar $1,000.
$1,000 jaminan tersebut bukanlah jumlah maksimum kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda, namun sebagian dari modal total yang Anda setorkan juga turut menanggung resiko tersebut. Hal ini terjadi karena leverage mengandung dana pinjaman dan kita harus membayarnya kepada broker jika transaksi berjalan buruk.
Anda tidak memiliki jalan lain untuk menghindari resiko ini kecuali dengan menempatkan stoploss yang jelas bagi setiap transaksi yang Anda ambil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar