Rabu, 25 Januari 2012

Psikologi Transaksi



       Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk transaksi di Forex kita membutuhkah 15% Analisa Fundamental, 25% AnalisaTeknikal, dan 60% Psikologi. Dari hal tersebut bahwa Psikologi trading dalam trading forex merupakan salah satu hal terpenting yang harus bisa dipahami dan dilakukan oleh para trader. Karena sebagus – bagusnya sebuah system apabila tidak didukung oleh Psikologi yang baik maka strategy tersebut tidak berguna.

Mengapa demikian dan apa saja Psikologi Trading itu?! Sering timbul pertanyaan seperti ini, terutama dari nubie yang baru belajar, atau terjun ke Forex Trading. Baiklah mari kita pelajari tentang Psikologi Trading itu. Adapun Psikologi Trading  yang berpengaruhi dalam transaksi kita, antara lain :

1.       Ketakutan
Saat – saat yang paling menegangkan dalam bertransaksi adalah saat kita mulai transaksi dengan menggunakan real account. Karena hasil profit demo akan kita uji dengan menggunakan real account, apabila berhasil maka yang kita lakukan hanyalah mengikuti strategy transaksi kita, namun bagaimana kalau rugi ?!. Itulah pertanyaan yang sering timbu dalam diri trader. Sebagai contoh :
Kita menganalisa pasar dengan menggunakan strategy yang kita miliki, saat semua kondisi yang dibutuhkan telah di temui maka kita mengambil posisi dan langsung memasang Taking Profit dan StopLoss sesuai strategy yang kita gunakan. Namun tidak lama setelah itu ternyata harga tidak bergerak bahkan ada level resistance baru yang tadinya tidak ada, membuat harga tertahan dan profit kita tertahan di level ressistance tersebut.
Hal ini membuat kita mulai ketakutan dan tidak sabaran, apalagi posisi kita kini floating minus. Semakin lama melihat grafik, semakin takut, dan akhirnya setelah posisi kita profit sedikit kita pun buru-buru melikuidasi posisi kita tersebut. Dan setelah kita likuidasi harga langsung menuju TP yang kita pasang. Hem m mm
 Solusinya :
a.       Pertajam kemampuan analisa Anda dengan melatih strategy yang anda gunakan.
b.      Berpikirlah sederhana. Terkadang kesederhanaan itu justru berguna. Jangan over analysis.
c.    Jangan sesali apa yang telah terjadi. Bahkan jikalau karena keputusan yang Anda ambil terjadi kerugian. Pelajari dimana kekurangannya sehingga terjadi loss lalu benahi dan mulai lagi.
d.   Jangan terlalu sering melihat chart jika Anda tidak mampu mengendalikan diri Anda. Ketakutan akan semakin besar apabila posisi Kita negatif dan terus menerus melihatnya.
e.      Ingat selalu untuk memasang Stop Loss, atau gunakan Teknikal Stop

2.       Serakah
Forex adalah suatu bisnis yang memberikan peluang profit yang sangat besar, terutama bagi para nubie. Karena pendapat itulah banyak orang yang berpikir bahwa Forex adalah cara cepat kaya, dan mengantarkan para trader dalam keserakahan, terutama bagi para nubie yang saat pertama kali bertransaksi langsung mendapatkan keuntungan yang besar. Dan membuat mereka menggandakan lot size yang mereka gunakan demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sehingga menyebabkan over-trade dan saat salah analisa kerugian yang mereka dapatkan menjadi sangat besar. Lalu bagaimana caranya mencegah diri Kita untuk tidak serakah ketika bertrading ?!
Ada beberapa nasihat sederhana untuk membantu Anda tidak serakah ketika sedang trading:
a.       Setia pada sistem trading Anda. Ini sekaligus mengajarkan Anda untuk disiplin.
b.      Jangan habiskan waktu berlama-lama di depan grafik forex Anda. Ini akan Menimbulkan keinginan untuk membuka posisi baru.
c.       Miliki pemahaman bahwa tidak semua pergerakan harga harus menghasilkan profit bagi Anda.
d.      Miliki target tertentu dalam trading harian atau mingguan Anda. Jangan terlalu tinggi. Ketika sudah tercapai, tutup platform Anda dan matikan komputer lalu pergilah tidur!
e.      Solusi terakhir: berhentilah memikirkan profit Anda ketika Anda tidur.
3.       Balas Dendam
Balas Dendam adalah hasil dari keserakahan yang kita lakukan. Saat keserakahan bertemu dengan kerugian maka trader akan berusaha mengejar kerugiannya, dengan harapan dya akan mendapatkan keuntungan seperti yang pertama kali didapatnya, bahkan dengan penambahan Lot Size agar kerugian tersebut lebih cepat dapat dikembalikan.
Namun pada kenyataannya keinginan untuk balas dendam ini bukan membawa pada kesuksesan, namun membawa pada kehancuran dan kerugian yang lebih besar dari sebelumnya. Berikut tips-tips singkat yang mungkin membantu Anda terhindar dari sindrom balas dendam terhadap market:
a.       Tindakan pertama ketika loss: relakan dan pelajari dimana kekurangan Kita.
b.      Bersikap sabar ketika loss sama seperti tenang ketika profit.
c.       Tunggu kesempatan terbaik untuk masuk kembali ke market. Harusnya jika di trading pertama Kita loss maka trading berikutnya lebih hati-hati lagi bukan malah balas dendam.
d.      Jika loss Anda cukup besar, adalah bijak untuk berhenti bertrading sementara waktu sampai Anda benar-benar pulih secara mental dan dapat bertrading kembali dengan kepala dingin.
e.      Pikirkanlah: Bukankah sudah sejak semula Kita mengalokasikan dana forex ini sebagai risk capital? Artinya kalau pun benar-benar hilang Kita sudah siap. Bersikaplah konsisten terhadap keputusan yang Kita ambil.
4.       Over Confidence
Over confidence inilah yang menyebabkan seseorang menjadi serakah, karena dya terlalu percaya diri ini pula yang menyebabkan dya menganggap remeh market atau menganggap bahwa trading Forex itu mudah. Sama seperti serakah, saat seseorang over confidence maka dya akan masuk posisi dengan menambahkan Lot sizenya sehingga terjadi Over Trade, dan saat pasar tidak bergerak sesuai analisanya menyebabkan terjadinya kerugian yang sangat besar.
Solusi untuk menghadapi over confidence ini, antara lain :
a.       Bersikap realistis, jangan membuat target yang muluk – muluk
b.      Selalu berlatih menggunakan strategy yang digunakan, sehingga bisa lebih berhati – hati dalam bertindak.
c.       Ketahui atau Pelajarilah Money Manajemen walaupun sedikit agar kita dapat mengetahui bahwa Forex itu selain dapat memberikan keuntungan yang besar juga memiliki kerugian yang besar pula.
d.      Sharing atau carilah teman berbagi, terutama yang lebih berpengalaman yang bisa mengingatkan kita saat kita over confidence.
e.      Jangan terlalu sering melihat grafik, atau ambillah strategy yang longterm agar tidak terlalu sering masuk market.
5.       Percaya Tahayul
Banyak orang yang terlalu percaya akan tahayul, sehingga profit atau loss yang dia alami juga disangkut pautkan dengan tahayul. Sehingga dalam pengambilan posisi dya lebih mementingkan tahayulnya daripada analisa yang digunakan. Memang George Soros pun pernah mengatakan “Saat bulan purnama market akan sulit ditebak, maka lebih baik tidak bertransaksi” tetapi ini bkan mengenai tahayul, kalaupun benar tetap kehati – hatian itu yang diutamakan.
Solusi untuk psikologi seperti ini, adalah :
a.       Selalu belajar, sehingga lebih mengerti apa yang mempengaruhi pergerakan harga di Forex
b.  Percaya diri atas strategy yang digunakan, dengan berlatih terus sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan dari strategy yang digunakan.
HappY TradiNg ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar